Pengikut

Adsense : Great Gift to Celebrate New Year

Mendekati pukul 12 malam ini (31 Desember 2007), Bandung diguyur hujan lebat. Beberapa teriakan terompet dan letusan kembang api sirna seketika. Kegiatan bakar-bakar ikan mulai dipindahkan ke dalam ruangan. Panggung-panggung yang menggelar acara menyambut tahun baru seakan ikut murung dengan dibungkusnya beberapa penguat suara dengan plastik seadanya.

Inilah pemandangan yang terlihat di Bandung pada malam menjelang pergantian tahun. Hujan lebat semoga bukan menjadi isyarat tak menguntungkan. Mestinya menjadi penanda melubernya rejeki, meluapnya kesejahteraan bagi sebagian yang berharap cemas di tahun 2008.

Dan Google Adsense punya cara ajaib untuk mewujudkan sepenggal harapan ini. Lewat pos yang dialamatkan ke rumah, pagi ini Edittag menerima selembar surat minus amplop.



Kali ini nama yang tertera di bagian tujuan adalah nama sang Istri tercinta. Dua kebahagiaan yang menggeluti perasaan edittag saat itu. Kedatangan surat cinta dari Google Adsense dan sokongan dana untuk belanja istri. Alhamdulillah, bisa makan cumi tepung sepuasnya di Solaria.

Ini sebuah cara cantik untuk memanjakan istri. Dan yang patut dicatat, kita tak perlu memberikan langsung dana belanja, karena kali ini istri pun bisa sedikit sedikit menggunakan dana tak terduga ini untuk keperluan rumah tangga. Memang belum terima cek, hanya saja Pin berarti tak lama lagi cek pun akan menyusul untuk mampir ke rumah.

Jadi, kembangkan ide terus untuk membahagiakan orang yang kita cintai. Tak perlu bunga, coklat atau cincin bersepuh emas untuk mewujudkannya. Amplop dari Google pasti bisa jadi kejutan yang tak kalah seru. Terima kasih Google Adsense, dan selamat tahun baru semuanya!


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Twitter : The new Rockstar from Valley

Beberapa rekan blogger sempat menanyakan perkembangan informasi selepas gegap gempitanya friendster dan blogger. Apa lagi yang mungkin bisa diciptakan untuk menandingi kesuksesan mereka?

Sepertinya akan menjadi hal yang sulit terjawab meski hanya sekedar pertanyaan yang mungkin saja basa basi.Kita tak akan pernah tahu sesuatu hal hingga kemudian tiba-tiba muncul di depan hidung begitu saja. Untuk itu ada baiknya bertanya kepada Evan Williams.

Dialah sosok dibelakang munculnya blogger dan odeo. Sukses blogger yang menarik perhatian Google hingga diakuisisi menjadi salah satu bukti nyata kecermatan seorang Evan melihat arah pergerakan perilaku interaktif antara hubungan personal dan internet.

Dan ini sekali lagi terbukti dengan keberadaan Twitter yang digagasnya. Bagi yang belum begitu mengenal twitter, ini adalah semacam pencatat mungil yang memungkinkan seseorang anggotanya untuk memberi kabar kondisi terkini yang sedang dilakukannya. Ada dua kata kunci disini, pencatat mungil dan kondisi terkini.

Bila kita mengenal blog sebagai media aktualisasi pribadi melalui postingan yang tak dibatasi panjangnya, disini tak bisa lagi semena-mena. Hanya ada 140 karakter teks yang diijinkan ditulis. Mungkin pembatasan karakter seperti ini sangat familiar bagi pengguna sms. Maka tak salah bila akhirnya untuk menuliskan pesan di twitter juga bisa dilakukan dengan pesan singkat (SMS). Nah, kemudahan inilah yang bisa menjadi solusi tepat bagi mereka yang terbiasa menyebarkan informasi namun bisa dilakukannya secara mobile. Cukup dengan pesan singkat, berita dengan cepat segera bisa diakses pembaca lainnya.

Sejiwa dengan blog, namun lebih ringan dalam penyampaian. Salah satu ciri pelaku kehidupan dinamis. Edittag saat ini juga mencobanya. Perhatikan pesan singkat yang terpampang dibagian atas blog ini. Sejauh ini memang meringakan di pikiran dan mudah penggunaanya. Tak seperti menulis blog yang terkadang membutuhkan beberapa paragraf, kini aturan seperti alinea, paragraf bisa dipangkas. Bisa jadi ini berita gembira bagi yang malu-malu menulis berita panjang-panjang. Menyenangkan untuk dicoba pastinya.

Dan baiknya lagi bagi pemilik blog, kita bisa mencamtumkan catatan kita di twitter dengan bantuan widget. Dengan bekal badge yang ada di dalam twitter, pengguna blogger pun dengan mudah bisa menambahkan fitur ini.

Sekedar meyakinkan, coba deh liat grafik berikut. Grafik yang menggambarkan perkembangan jumlah kumulatif pesan di blogger dan twitter. Cukup meyakinkan untuk menjawab pertanyaan rekan edittag.


Berit didapat dari : http://www.kottke.org/07/05/growth-of-twitter-vs-blogger


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Bukuedittag : Blog for Writter and Reader

Ada pemandangan baru di bagian atas postingan blog ini. Penambahan tautan yang merujuk kepada blog lain dalam pengelolaan penulis yang sama. Masih belum melihat perbedaan ini? coba amati ikon kuning bertuliskan "New" diatas postingan ini. Meski tak tampil animasi, sepertinya tulisanya masih jelas terbaca.

Apa maksud Edittag membubuhkan ikon ini disamping tautan Buku Karya Edittag? Tak lebih ingin mengabarkan blog yang baru tercipta. Blog ini akan memberitahukan kejadian-kejadian yang berlangsung sebagai reaksi pemunculan buku hasil tulisan edittag.



Ada beberapa kisah yang sayang untuk dilewatkan. Diantaranya kabar dari para pembaca buku edittag yang berjudul "Meraup Dollar lewat Blog". Lewat email yang masuk maupun pesan-pesan offline di messenger, edittag mencoba merangkumnya menjadi sebuah blog utuh. Bagian-bagian email yang diterima dan balasannya dipampang disini. Dengan demikian pembaca lain juga bisa melihat pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan. Dari sini siapa tahu kan bila blog ini bisa menjadi semacam forum diskusi terbuka atau paling tidak menjadi ajang kumpulan daftar pertanyaan seperti halnya FAQ (Frequently Asked Question), jadi edittag tak perlu repot-repot menjawab pertanyaan yang sama untuk pertanyaan yang pernah diajukan (dan dijawab). Memudahkan, itu harapan edittag.

Di kolom kiri blog ini juga akan terpampang sekilas info mengenai stok buku yang terekam dari laporan teman-teman maupun edittag sendiri yang berlokasi di Bandung. Seperti misalnya ada program diskon untuk pembelian di toko buku Togamas di Jalan Supratman Bandung sebesar 15%, atau juga kabar buku edittag yang masuk ke koleksi buku best seller di Gramedia Yogyakarta. Diharapkan pencarian buku edittag akan menjadi lebih mudah dengan adanya blog ini. Tentu juga edittag sangat berterima kasih kepada rekan yang mengabarkan hal ini. Masih ditunggu kabar-kabar serupa.

Akhirnya, edittag juga ingin melihat adanya gelagat lain dari bentuk pertanggungjawaban seorang penulis akan apresiasi pembacanya. Semoga ini menjadi tendensi yang baik untuk menciptakan lingkungan yang bersahabat antara penulis dan pembacanya. Hingga jangan heran bila format blognya suatu saat akan berganti sesuai dengan tuntutan perkembangan. Semoga bermanfaat.


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Web : Agushery blogspot got 9 as PR?

Bila blog tak terurus tiba-tiba melesat dalam hal rangking Google (Google Page Ranking), apakah yang dirasa janggal?

Beberapa waktu lalu memang Google meralat ulang sistem pemeringkat web melalui Page Ranking. Makanya tak heran bila ada beberapa blog diantaranya yang terkena anugrah dan berkah dengan dinaikkanya peringkat mereka di mata mesin pencari google. Edittag termasuk yang bersyukur karenanya. Setelah hampir setahun terperangkap di peringkat ke 4, sejak 2 bulan lalu angkanya naik satu peringkat ke nomer 5. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan. Tentu ini tak bisa lepas begitu saja dari sumbangsih rekan-rekan blog yang masih sudi berkunjung ke blog ini. Untuk itu, itikad sesama blogger untuk saling menaut tetap akan edittag junjung tinggi. Edittag masih terbuka untuk saling bertukar tautan.

Ada satu hal yang mencemaskan dibalik berkah tak terduga ini. Beberapa situs yang menyediakan widget atau ikon pemeringkat PR (Page Ranking) masih belum mengupdate datanya sesuai dengan yang dirilis Google. Faktanya, edittag mengalami keterkejutan sesaat begitu mengetahui blog seinduk, agushery.blogspot mencapai angka 9 saat dijenguk pagi hari ini (tuh kan ketahuan lama tak disambangi!).


Terlenakah pagerank selaku penyedianya dengan melepas angka ini untuk blog yang lebih dari sebulan tak diupdate? Hal ini juga sempat meninggalkan pertanyaan akan dominasi logika selama ini yang berlaku bahwa blog yang sering diupdate akan lebih berpeluang untuk naik PR-nya.

Tapi tunggu dulu, pasti ada yang lebih masuk akal daripada tersenyum lebar tanpa ingin tahu alasannya (seraya berharap bahwa angka itu memang mutlak hehehe). Untuk mengeceknya, edittag mencoba menganalisa dari layanan serupa dari mypagerank. Dari nama domain saja sudah hampir sama, semoga saja hasilnya juga sama atau hampir sama :D.

Tak sedang beruntung kiranya mengetahui angka 7 masih bertengger dengan tenangnya seperti beberapa bulan yang lalu yang sempat dirilis di postingan edittag. Hm, ternyata mimpi angka 9 mampir di blog yang mengupas Adobe Flash Lite ini.

Bila boleh menelaah, mestinya PRnya turun ke kisaran 5 atau 6 mengingat kealpaan edittag mengupdate blognya. Blog ini memang sempat menginjak di angka 5 saat menulis postingan berbahasa Indonesia, apakah itu karenanya? agak sulit untuk dijelaskan, sebab saat ini edittag juga masih tak berhasil mencari padanan blog yang memiliki nilai diatas 6 untuk kasus blog berbahasa Indonesia (atau bisakah Anda membantu menyebutnya?).

Telaah lainnya, kemungkinan besar pula blog yang menganggur lama lebih dari sebulan juga sanggup bertahan dalam posisinya. Ini tentu bermakna relatif mengingat kemampuan blog asosiasinya, atau inbound link yang diterimanya serta ilmu SEO yang diterapkan. Dan hal ini yang terkadang tak bisa diterawang dengan mudah. Tapi secara garis besarnya, keyword dan content memang sangat menopang keputusan Google dalam memberikan nilai sebuah PR.


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogger : Use Blog as Virtual Kiosk

Tertarik untuk mencoba peruntungan dengan membuka gerai online? Tentu saat ini banyak sekali toko-toko virtual yang bisa kita temui setiap saat berseluncur di internet. Mulai dari menemukan banyaknya hasil pencarian yang merujuk ke toko online hingga rekomendasi rekan saat kita mencari barang. Dan siapa tahu juga tawaran berjualan di internet mengemuka sesaat setelah kita tersadar bahwa kita pun bisa berjualan dengan bermodalkan produk yang ada di sekitar kita.

Langkah selanjutnya setelah kita tentukan produk adalah dukungan teknis untuk membantu mewujudkanya. Diliriklah banyak sekali panduan berdagang di internet. Fokus akan lebih diarahkan kepada penyedia layanan toko online. Tentu bagian ini akan menjadi awal yang strategis agar niatan bisa terlaksana.

Kita bisa dengan segera meluncur ke layanan pembuat toko secara instan (kiosk generator). Istilah ini untuk menyebut program-program pembuat toko yang banyak bertebaran di internet. Bagi yang tak mau pusing berinteraksi dengan tombol-tombol teknis, kita bisa saja melirik apa yang ditawarkan tinggalklik.com atau vkios.com.

Keduanya akan membantu kita untuk membuat toko secara instan cukup dengan mendaftarkan sebagai pelanggan. Di tinggalklik.com misalnya, dengan dana sekitar Rp. 960.000 maka kita bisa langsung berbisnis di internet. Bahkan transaksi bisa kita terima dengan layanan melalui WAP site atau sms yang disediakan dengan dukunan short number tertentu. Lima belas menit yang cukup berharga untuk bisa langsung memiliki toko.

Di vkios juga tak kalah menarik. Dengan layanan yang hampir sama, kita hanya dibebankan Rp. 550.000 Rp. 500.000 pertahun dan dalam waktu maksimal 3 jam kerja, kita bisa langsung menerima order!. Bagi yang tertarik menyimak info lebih lanjut, silahkan menilik tautan masing-masing. (Lagipula edittag tak sedang dibayar untuk mempromosikan layanannya :D )

Nah bagi Anda yang sudah memiliki hosting sendiri dan tertarik untuk membuka toko, Anda bisa melirik tawaran osCommerce. Memang akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyetel web untuk menjadi toko online disini. Sangat cocok untuk mereka yang suka memanfaatkan fitur Fantastico dalam Control Panelnya. Hasilnya pun cukup sepadan, Anda bisa lebih bereksplorasi agar tercipta toko yang tampil beda. Tipsnya hanya berhati-hatilah menyetingnya agar toko Anda tak berumur pendek hanya karena kekeliruan kecil saat mengkustomasi fiturnya.

Bagi Anda yang hanya memiliki bekal blog dan ingin mengeksporasi lebih lanjut, sebenernya platform blog juga tak ada salahnya untuk dicoba. Memang benar 'sih jelas fiturnya tak sekomplit dengan layanan berbayar, tapi bila Anda rasa cukup untuk memajang produk, menerima order dengan memanfaatkan fitur komentar, dan mengandalkan nomer telepon dan status Yahoo! Messenger sebagai garda depan layanan pelanggan, blog sepertinya masih sanggup membantu usaha Anda.

Kuncinya, maksimalkan fitur yang ada di blog!. Gunakan posting sebagai media untuk menawarkan produk-produk terbaru. Fitur komentar yang terselip ditiap postingan bisa digunakan sebagai form untuk memungut informasi untuk bertransaksi, paling tidak nama, email dan nomer telepon pengguna bisa digunakan sebagai media penyimpan data calon pembeli. Selanjutnya gunakan kategori atau label sebagai pembagi menu produk. Tak ada shoping cart juga tak perlu ditanggapi sebagai poin kekurangan. Terkadang calon pembeli merasa jengah diharuskan mengisi form pendaftaran hanya untuk keperluan membeli 1 potong kaos!. Malah kecenderungan saat ini adalah para calon pembeli lebih suka menggunakan layanan OpenID untuk bertransaksi di internet. Dengan satu akun ID, maka untuk membayar tiket di sebuah biro perjalanan virtual misalnya, Anda tak perlu mendaftar ulang untuk mendapatkan akun baru. Cukup masukan ID dari OpenID yang kita miliki, maka selanjutnya kita bebas masuk-keluar ke situs yang perlu melakukan transaksi. (Maka patut disyukuri keputusan Blogger untuk membuka akses ke pengguna OpenID untuk keperluan pembahasan kali ini.)

Selanjutnya, fokuskan kepada pengkinian produk, secara terbuka sebutkan produk-produk yang masih ada atau sudah habis. Kini, tak perlu lagi meragukan kemampuan blog sebagai media jualan kan :D?

Tambahan : Selamat kepada Kang Dhika yang perhari ini telah membuka pintu rejeki lainnya dengan membuka layanan pasarbatik.com (dengan berbekal wordpress lho!), semoga mampu membuka wawasan, memberi masukan positif serta mendulang keuntungan dengan terbukanya situs jualan ini.

Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Edittag : Last Day of Great Trip in Japan

Perjalanan panjang hari ini, Rabu 12 Desember 2007 berakhir sudah. Tak terasa kami harus kembali menempuh perjalanan sejauh 5777 mil (setara 9243 km.) untuk bisa kembali mencium bumi pertiwi. Selama di Tokyo banyak pengalaman batin yang sanggup memercikan kegetiran dan kebahagiaan pada saat bersamaan. Iri melihat etos kerja penduduk Jepang, penghormatannya kepada alam sekitar, serta ini yang dicermati edittag, kemajuan teknologi yang digunakan.

Namun disaat yang sama, edittag merasa harus lebih bangga dibandingkan warga Jepang yang sangat membanggakan jadwal kereta shinkansen yang tak pernah ingkar janji terhadap waktu. Bayangkan saja jarak sekitar 120 km antara Tokyo dan Odawara sanggup dilahap dalam waktu kurang dari setengah jam!. Catatan yang mengagumkan tentunya, terlebih sang penjemput di Stasiun tampak menyunggingkan senyum lebar-lebar menunggu kami yang masih tak merasa bahwa kami telah berjalan sejauh itu.

Setidaknya edittag jadi lebih sanggup bersyukur sebab dapat merasakan perbedaan yang begitu kentara. Sebagian orang mungkin merasa bangga karena tak menemukan kegagalan. Akan tetapi sebagian lain jauh bisa merasa bahagia karena sempat mengalami kegagalan berulang-ulang sebelum mencapai kesuksesan. Jadi beruntunglah yang sering mencoba kereta api Parahyangan Bandung-Jakarta yang masih sering kelepasan waktu, lalu mencoba menaiki shinkansen. Pasti perasaan luar biasa bangga akan jauh lebih membuncah. Sedetik kemudian edittag jadi sedih membayangkan pengguna moda transportasi kereta besi ini. Duh...betapa kemudahan memang baru bisa dirasakan sebagian orang ya...


Ada satu hal yang paling tidak penting dari sekedar kegiatan berkunjung ke Gunung Fuji, Tokyo Tower, Ginza, Akihabara, Disney Sea serta Shinjuku. Yakni isu penting terkait kebijakan yang berlaku di beberapa perusahaan Jepang saat ini. Sekuriti menjadi kata kuncinya. Kini warga di Jepang boleh lebih berlega hati sebab profil data diri dan penunjang kewarganegaraannya begitu dilindungi oleh negara.

Contoh mudahnya adalah nomer telepon. Pihak perusahaan tak diperkenankan mempublikasikan nomer telepon warganya meski sebatas nomer telepon yang diterima dari layanan pelanggan. Menurut salah satu teman disini, perusahaan sebesar SoftBank pernah ketiban sial lebih dari 9 miliar yen untuk membagikan kartu ucapan permintaan maaf hanya karena data pelanggan ISPnya bocor. Kejadian ini begitu menggemparkan kondisi perusahaan di Jepang hingga akhirnya kebijakan mengenai sekuritas mendapat perhatian lebih.

Satu lagi yang ingin diceritakan yakni adanya penggunaan barcode tipe baru yang bisa memuat kombinasi data lebih komplit. Barcode ini banyak dicetak di beberapa kartu nama perusahaan. Jadi saat kita menerima kartu nama dilengkapi dengan barcode terbaru, maka kita bisa segera menemukan validitas nama serta website perusahaan yang dimaksud. Caranya pun cukup mudah dikalangan pengguna handpone. Cukup dengan menggunakan handset keluaran Softbank atau Docomo, kita bisa memindai (scan) kartu nama dan sesaat kemudian kita akan berkunjung ke alamat situs perusahaan yang terpampang di kartu nama. Mudah dan praktis. Dengan ini kita bisa dengan mudah melakukan kontak bisnis. Begitu elegan dan taktis.

Ups, sebentar lagi berangkat, kita lanjutkan esok ya... ! Sayonara...

Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Edittag : Free 100 Mbps Internet Connection Experience.

Boleh ya berbagi cerita disini? maklum, edittag lagi malu-malu nih mengaku baru pertama kali ke Jepang. Selain karena kunjungan disini bukan dalam rangka liburan, (duh hari gini ke luar negeri buat urusan kerjaan), juga karena edittag diundang kesini karena alasan keahlian khusus seperti pekerja asal Indonesia atau juga karena program pertukaran pelajar seperti banyak yang diberitakan di media.

Pertama kali yang ingin dibuktikan setibanya di hotel adalah kabar temen saya yang bilang bahwa tak perlu khawatir dengan koneksi internet. Atau paling dekat, tak perlu repot mendapatkan akses internet dengan mudah. Sebab (masih kata temen) banyak ruangan publik yang menyediakan akses internet, dan tak berhenti disitu saja, kecepatan koneksinya juga bisa dibilang "nggilani"!.

Bila dulu sempet ngiler dengan cerita temen yang menyebut angka kecepatan 100 Mbps untuk koneksi internet di rumah-rumah, kini edittag punya kesempatan membuktikan hal ini. Setiba di hotel Remm di Hibiya Tokyo, edittag langsung mencari point access di dalam kamar 1711. Tak kunjung menemukan yang dicari, edittag bergerak menanyakan langsung ke pihak Front Office. Suara merdu di seberang telepon menjanjikan untuk membantu. Ternyata selang 2 menit kemudian, suara merdu ini sudah menampilkan dirinya di depan kamar. Eit, jangan tanya betapa cantiknya empunya suara ini. Jelas tak kalah cantik dengan pramugari Cathay Pasifik yang menerbangkan edittag kesini (loh malah cerita juga ya hehehe).

Dengan cekatan, telunjuk manisnya menunjukan salah satu titik di bawah lampu meja. Ternyata ada port tersembunyi didalamnya. Setelah disambungkan dengan kabel LAN ke Toshiba Satellite yang sengaja edittag bawa, segera ikon Network berganti wujud. Tanda internet sudah bisa diujicobakan. Lalu bagaimana membuktikan koneksi cepat ini memang benar adanya? edittag langsung berpikir untuk membuka situs Youtube. Tak perlu mencari video tertentu, edittag langsung percaya dengan koneksi data disini memang benar 100 Mbps. Hampir semua video yang dibuka dapat dijalankan dengan mulus. Whaaaaaa.....indahnya dunia internet disini :).

Kabar-kabarnya, 4 tahun yang lalu untuk rumah yang ingin mendapatkan koneksi seperti ini hanya merogoh kocek sekira 100 ribu rupiah sebulan!. Entah berapa kecepatan yang didapat dengan uang relatif murah itu sekarang. Yang pasti koneksi di hotel memang cepat dan bagusnya lagi semua gratis!.

Nelangsa deh pernah bayar 4000 ribu rupiah untuk koneksi kurang dari 2 menit saat edittag menginap di Santika Malang. Kapan ya hotel, atau bangunan publik di sini bisa dapat koneksi seperti disini?


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogger : OpenID for Commenting on Blogspot

Pada awalnya edittag memberlakukan pembukaan komentar di blog ini untuk siapa saja. Artinya siapapun yang ingin berkomentar di blog ini bisa turut berpartispasi. Bahkan yang tak memiliki akun Google sekalipun.

Namun langkah ini terbukti merepotkan di kemudian hari. Beberapa kali edittag menemui komentar yang lebih pantas dianggap spam dengan menyebarkan alamat situs tertentu didalamnya. Bila demikian adanya, memang harus ada jalan lain untuk dicoba.

Seakan terbaca pikirannya oleh Pak Noor Azis dari kuwait, kini Blogger.com mempersilahkan pengguna Open ID, yakni platform blog lain diluar Blogspot untuk turut ambil bagian berkomentar secara mudah di Blogspot. Ini berarti bila Edittag memberlakukan pemberian komentar hanya bagi mereka yang telah terdaftar memiliki akun blog, maka mereka yang bisa mengisi komentar disini selain pemilik akun Google juga bisa dari Wordpress, LiveJournal, TypeKey maupun OpenID lain. Ini bagus untuk menghindari perilaku spammer yang terkadang mengaku sebagai anonim dalam menjalankan aksinya.

Tapi ingat, untuk Anda yang ingin mencoba membuka komentar bagi pemegang akun yang sudah terdaftar seperti diatas, maka Anda mesti melakukan penyetelan dalam Draft. Sebab Blogspot belum mempublikasikannya untuk pengguna konvensional. Mungkin ini adalah salah satu cara untuk melihat efektifitas kegunaanya agar nantinya tak bermasalah di kemudian hari.

Coba lihat tangkapan layar untuk menjelaskan perbedaan pengaturan di blogger konvensional dan Blogger Draft :



Bagi Anda yang ingin mencoba mengisi komentar dengan akun Wordpress, Anda bisa saja langsung memberi komentar di postingan ini, lalu pilih akun Wordpress sebagai profilnya. Lalu beberapa saat kemudian Anda akan dibawa ke halaman notifikasi bahwa Anda harus log in terlebih dahulu ke wordpress. Setelah log in, maka akan ada pemberitahuan seperti dibawah ini.



Klik, dan nantinya pihak Wordpress akan mengirimkan profil datanya ke Blogspot sebagai pengirim komentar.

Nah kini Anda bisa menentukan, apakah cara seperti ini juga ampuh untuk melawan spam?

Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogger : Domain web.id for Indonesian Blogger

Sempat di gadang-gadang menjadi domain wajib untuk pemilik website di Indonesia, akhirnya pihak Pandi mengeluarkan jurus pemikat dengan menawarkan domain web.id bagi pemilik blog di Indonesia.

Inikah era dimana blog menjadi jaminan mutu untuk jadi penentu keberhasilan? Bila menilik pada jumlah blogger yang kini mencapai 150.000 di Indonesia, maka angka ini memang terbilang signifikan untuk mendorong penggunaan domain web.id secara besar-besaran.

Isu yang berkembang memang masih belum memihak penggunaan domain ini. Kita bisa saja secara instan, dalam waktu kurang dari 2 jam, memiliki domain .com. Saat ini daftar, maka hampir bersamaan dengan film yang kita tonton di DVD kelar, saat itu pula kita bisa langsung menikmati hasilnya. Sangat berbeda dengan pendaftaran domain Indonesia.

Tapi coba tilik tawaran berikut : dengan hanya Rp. 25.000 maka domain web.id bisa dimiliki selama setahun. Hanya membutuhkan KTP Penanggung Jawab. Bisa jadi solusi yang murah meriah kan?

Masih inget saat seorang peserta seminar yang sedang asyik membayangkan memiliki domain .ID untuk web dari Indonesia. Siapa tahu loh bila suatu saat domain .ID memang bisa dipakai. Pasti seru kan bila ditanya alamat blognya, maka kita jawab dengan edittag.id misalnya :D



Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Malang Post : Guru Diajari Menjadi Blogger

Berita diambil dari koran Malang Post edisi Jumat, 30 November 2007.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Malang Post (30 November 2007) - Dalam hal Information Communication Technology (ICT), Indonesia masih dipandang tertinggal dibandingkan negara lain. Padahal ICT sudah menjadi kebutuhan utama dalam era informasi global. Untuk mendukung kemajuan ICT di tanah air, sekolah dipandang sebagai salah satu sarana yang mampu mendatangkan kontribusi positif. Atas dasar ini, komunitas milis Dikmenjur menggelar seminar nasional bertema Menuju Sekolah Berbasis ICT di Aula VEDC, kemarin.

Dalam seminar yang diikuti sebanyak 600an peserta dari kalangan guru, mahasiswa, peserta umum seluruh Indonesia, terdapat beberapa pembicara yang didatangkan khusus untuk memberikan edukasi mengenai ICT. Salah satunya pakar ICT Nasional Dr. Onno. W. Purbo dari Jakarta yang menerangkan mengenai Digital Library dan Wajanbolic.

Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai Google Apps oleh Toha Mustofa dari MJC (Malang Joint Campus), Content Pembelajaran oleh Ir. Wahyu Purnomo MT dari VEDC, Game Teknologi Pendidikan oleh Moh. Aries Syufagi MT, pengetahuan mengenai Blogger oleh Agus Heri dari EditTag Bandung. Hadir pula sebagai pembicara, Direktur PSMK Depdiknas Dr. Joko Sutrisno dan Kabiro PKLN Depdiknas Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Terima kasih atas liputan kegiatan di Malang.
Berita serupa juga ditayangkan di TV lokal, BatuTV Malang.
Bagi yang ingin mengunduh materi yang disampaikan Edittag, bisa mencobanya di sini.


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Postingan Populer