Pengikut

Blogger : About Automagically and PageRank

Kaget juga membaca perkembangan terakhir dua posting sebelumnya yang makin berkembang di luar maksud yang dituju. Coba cek beberapa reaksi yang masuk di dalamnya, bahkan tangkapan radar atas posting serupa di posting tetangga.

Ok, kita awali mulai dari yang lebih awal ditulis. Mengenai pemasangan rel nofollow pada tiap link aktif di bagian komentar. Pada judul posting ini tertulis bentukan frasa "Automagically" yang merupakan leburan dua kata "automatically" dan "magic". Ungkapan yang tepat untuk mewartakan adanya sentuhan "sihir" yang secara "otomatis" akan menyertakan aksesoris HTML rel=nofollow di bagian link pada komentar. Ini artinya, bila kita secara nyata menyadari hal ini dan mencoba mengakali menghilangkan tambahan kode tersebut dengan mengetik manual untuk melawan imbuhan ini pada link yang kita sertakan, maka akan sia-sia belaka hasilnya. Tak akan berhasil. Begitupun trik untuk menghilangkan link pada sebuah alamat blog/website agar blogger tak mengiranya sebagai alamat link (dan dengan begitu link akan terindeks otomatis), maka akan serupa hasilnya. Sebab dengan tak diaktifkannya alamat link tersebut, tentu faktanya tak akan dianggap sebagai sebuah link. Hanya bernasib seperti materi teks lainnya. Tapi tak usah sedih, itu artinya alamat link tersebut masih bisa ditemukan oleh mesin pencari 'kok.

Dengan begini, tak perlu repot lagi mengusik rel nofollow-nya ya....

Nah, yang kedua. Posting tentang nilai Page Rank. Ada yang mengira bahwa tulisan "Terlalu sering bahkan tak dianjurkan" menjadi senjata pamungkas untuk mengakhiri kesimpulan bahwa nilai Pagerank sangat tergantung dengan mengikuti pola ini. Ups, maaf teman, bukan itu yang perlu dicamkan. Tengoklah kalimat pembukanya : "Point utama bila ingin mendapatkan apreasi yang bagus dari Google, tentu harus memanjakan Google agar sering-sering Google Botnya berkunjung ke blog kita. Salah satunya dengan mengupdate postingan". Update postingan! ya, itu yang semestinya menjadi palu yang terdengar lebih nyaring. Kontinuitas menulis posting juga menjadi salah satu kunci penentunya. Jadi tak benar anggapan keseringan menulis akan relevan dengan turunnya tingkat Pagerank. Karena yang dikhawatirkan di porsi ini adalah kekhawatiran untuk dianggap sebagai tindakan spam bila dalam sehari kita langsung tulis 10 postingan sekaligus. Bila blog dianggap sebagai spam, jangankan Pagerank, usia blog (di penyedia blog gratisan) dan tangkapan googlebot (di mesin pencarian) juga punya nilai negatif.

Dengan begini pula, tak perlu mendakwa keseringan posting akan menyebabkan turunnya Pagerank ya :).





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Thank you Google for My Blog Rank

Inilah untungnya menggunakan layanan widget pemasang Page Ranking dari Mypagerank.net. Terutama yang memiliki Page Rank tergolong tinggi. Lima keatas. Maka blog kita pun bisa terpampang di halaman muka halaman khususnya.

Malas mengunjunginya? edittag berbaik hari menampilkan tangkapan layarnya :D



Nah, yang diberikan tanda merah itu pasti tak asing lagi 'kan? keduanya adalah blog yang dikelola oleh penulis yang sama. Pemilik blog ini :D.

Melegakan bila mengingat perjuanganya merebut peringkat terbaik terbalaskan oleh Google. Terima kasih untuk kang Eman yang mengabarkan halaman ini.

Point utama bila ingin mendapatkan apreasi yang bagus dari Google, tentu harus memanjakan Google agar sering-sering Google Botnya berkunjung ke blog kita. Salah satunya dengan mengupdate postingan. Usahakan untuk menjaga rutinitas postingan paling tidak 2 kali seminggu. Terlalu sering bahkan tak dianjurkan, sebab dengan mudah kita bisa dianggap sebagai spam, terlebih blog kita berbahasa Indonesia yang masih sulit dimengerti Google. Juga, usahakan untuk tetap fokus ke tema yang diusung. Terlebih yang menggunakan bantuan meta untuk mempetakan subtemanya. Masih dengan alasan spam, Google juga sering mengecek kebenaran keyword dengan konten. Dan terakhir hati-hati bila mengikuti program iklan yang menjanjikan dollar masuk. Beberapa diantaranya memang ditengai menyebabkan menyusutnya Page Rank.

Tetap berjuang ya :)





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogger : Help Channel on Youtube

Kini lembar halaman bantuan blogger siap-siap dilengkapi dengan media baru. Media apakah itu? tentunya media yang bisa membantu melancarkan urusan pihak Blogger.com membantu penggunanya saat menemui kesulitan.

Namun dalam bentuk seperti apa kiranya media ini dimunculkan? sabar, tak lama lagi, urusan membuat blog, hingga urusan pelik mengarahkan nama domain sendiri ke blog di blogger.com tak lagi berupa panduan yang dipenuhi teks monoton yang panjang dan membosankan.



Dengan bantuan Youtube, pihak blogger.com telah membuat direktori khusus yang memajang video tutorialnya. Asyiknya, direktori ini bersifat terbuka untuk umum. Artinya siapa saja bisa mengaksesnya. Beralamat di youtube.com/bloggerhelp, pengguna blogger maupun calon penggunanya bisa dengan mudah memahami alur yang diperlukan sebelum mempraktekannya.

Tentu akan sangat membantu bagi pemula yang ingin memulai memiliki blog. Tak sekedar dijanjikan kata-kata "3 langkah mudah memiliki blog", penayangkan tutorial dalam bentuk video tentu akan lebih mudah mempengaruhi tindakannya bahwa ngeblog itu mudah. Bila ini dibawa ke pelatihan blog, akan sangat efektif baik bagi peserta dan juga pemateri dalam penyerapan materi. Ya, materi video memang punya kemampuan mempengaruhi pikiran dan tindakan dengan lebih cepat.

Sebuah dukungan yang sangat membantu memahami dengan lebih mudah kan? abaikan permasalahan koneksi internet yang menghambat akses video tutorial ini. Nantinya infrastruktur teknologi tentu akan lebih mendukung upaya yang lebih efektif dalam penyampaian sebuah pesan. Jadi sudahkah kita siap membuat tutorial blog dalam bentuk bahasa Indonesia? atau paling tidak membiasakan diri mempergunakan media video sebagai media pembelajaran alternatif?





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogger : Automagically Use rel="nofollow" on Comment

Menautkan link blog/website pada suatu kata/suku kata dalam postingan punya imbas positif dalam mendongkrak PageRank. Manfaat ini tak sekedar berlaku untuk link eksternal ke suatu blog/website, link internal dengan menautkan postingan pribadi juga punya implikasi yang sama. Lalu mudah ditebak, dengan pengaruh yang cukup kuat ini, kita bisa dengan mudah mengenali tujuan tertentu saat sebuah program di internet berani membayar cukup lumayan untuk blog yang menautkan link tertentu ke dalam sebuah postingan. Tak tanggung-tanggung, mereka terkadang memaksa penulisnya untuk menyebutkan linknya dalam jumlah tertentu untuk sebuah postingan yang dibayar!

Dengan begitu kita setuju untuk memahami kegunaan link dalam sebuah postingan. Memahami bahwa sebuah postingan secara integral juga menyediakan fitur pemberian komentar, pola ini kemudian dianggap mampu merangkul manfaat yang sama bila sebuah link juga ditautkan dalam bagian komentar. Namun apakah benar demikian?

Bagi yang ingin promosi gratis, cara ini memang jelas lebih irit ongkos. Tak perlu mereka menggelontorkan uang untuk sekedar membayar seperti kondisi diatas. Penggiat spam akhirnya banyak menggunakan celah ini. Tentu banyak kita temui kasus-kasus yang serupa dialami rekan blogger, dimana spam membanjiri suatu postingan secara bertubi-tubi. Memberangus aksi spam memang tergolong merepotkan. Dengan ditautkannya link beruntun pada sebuah komentar, para spammer juga berharap agar nilai blognya ikut terangkat dengan cara-cara ini.

Tapi sepertinya harapan demikian sudah bisa diantisipasi pihak Blogger.com. Setiap link yang berada dalam lingkungan komentar, akan secara otomatis dilengkapi dengan kode perintah rel="nofollow". Dengan sentuhan sintak HTML ini, setiap link yang ada didalamnya akan terlempar dari kemungkinan melonjaknya nilai PageRank.

Lalu apa tindakan yang perlu diambil bila ada link yang ada dalam komentar blog di layanan Blogger.com? Mudah saja. Kita akan dengan cepat menyimpulkan ini adalah sebuah komentar spam bila pesan didalamnya mengandung banyak link yang tak berguna. Langsung hapus saja bila pesan seperti ini ditemukan. Lalu bagaimana bila hanya berupa sebuah pesan berikut link ke blog lain untuk keperluan tukar link (link exchange), biarkan saja pesan ini terpampang. Tak perlu repot membuangnya. Toh, ini punya kepentingan beda. Jadi jangan lekas menyangka tindakan ini punya motif tersembunyi untuk turut menaikkan nila PageRank loh ya.....





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Spottt : Free Link Exchange

Makin banyak saja binatang yang dijadikan simbol atau logo produk sebuah website. Sebelumnya yang pernah mengenal Twitter pasti identik dengan gambar burung centil yang menyertainya. Tak mau kalah, adbrite juga menggunakan ikon berbentuk gambar anjing lucu di layanan Spottt.

Spott dan twitter, sama-sama menggunakan duplikasi huruf "T" didalamnya (sama dong dengan edittag ya :D), lalu apa itu Spottt?

Spottt bukan merupakan saingan dari layanan Adbrite. Justru sebaliknya. Dia mampu membantu pemilik akun Adbrite untuk mendapatkan trafik atau kunjungan yang lebih banyak. Metodenya cukup sederhana. Kita cukup sediakan space atau tempat di blog kita untuk dipasang banner, nantinya secara otomatis banner ini akan berganti gambar yang apabila diklik akan membuka halaman anggota Spottt lainnya. Tak jauh berbeda dengan sistem tukar link (link exchange). Mudah ya?

Jadi bagi kalian yang aktif menggunakan Adbrite, ini adalah layanan wajib yang perlu digunakan. Cukup dengan perbekalan blog yang sudah gabung ke Adbrite, lalu kita sediakan banner 125*125 pixel, kita bisa dengan mudah mengikuti programnya. Cuma perlu diingat, mereka juga perlu waktu untuk mereview aplikasi kita. Tak terlalu lama sepertinya, karena saat dicoba kmarin dua hari kemudian ada email masuk. Baik pemberitahuan diterima atau ditolaknya.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah, pastikan bahwa banner tersebut terpasang di bagian yang mudah terlihat di halaman muka, dan juga saat ini mereka masih mau menerima aplikasi dengan blog yang berbahasa Inggris. Hmmm...masih terbatas ya, tapi memang incaran blog berbahasa asing masih dominan berhasil di program Adbrite.





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Workshop : Another Reason Why Teachers Should Blogging

Ketika ditawari untuk mengisi pelatihan blog untuk guru-guru TK, sempat diliputi keraguan untuk memilih tema serta alasan yang tepat agar mereka mau memahami perlunya memiliki blog. Beda bila tawaran serupa diperuntukkan untuk guru-guru SMP seperti minggu sebelumnya.

Guru di tingkat menengah pertama memiliki anak didik yang pada tingkatan usianya sangat mudah mengenal blog. Mereka sudah terbiasa menulis, berkomunikasi dengan teman-temannya di ranah internet melalui aktifitas chating, bahkan bergabung dengan situs jejaring sosial seperti Friendster. Pastinya dengan tingkatan murid seperti ini, guru dituntut untuk mampu mengimbangi serta memahami kemampuan anak didik berkomunikasi di dunia maya agar bisa menemukan formula penyampaian ilmu yang tepat untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar.

Hal yang tentunya sulit diterapkan untuk kalangan pendidik di tingkat TK. Bila pertimbangan penyesuaian perilaku dan kemampuan anak didik tak lagi relevan untuk guru-guru TK, mungkin bocoran berikut dari pihak panitia patut untuk dipertimbangkan. Pelatihan blog untuk guru TK sangat positif guna memberikan keseimbangan pemahaman akan informasi yang mereka terima di internet dan mengolahnya menjadi kekuatan dakwah yang efektif.

Tak bisa dipungkiri bila internet menjadi hal yang terbilang menyeramkan bagi sebagian mereka. Selama ini internet identik dengan pornografi, berita penipuan dan informasi miris lainnya. Begitulah poin utama yang mereka tangkap dari pemberitaan di media cetak mengenai efek buruk internet. Wah, lagian memang sering berlaku kan di dunia infromasi manapun, bahwa bad news is good news. Nah, pemberitaan inilah yang coba diimbangi dengan pemahaman lebih dalam mengenai internet dan dihormatinya pemikiran mereka bila mereka bisa turut andil memberikan opini lewat blog, bahkan tak menutup kemungkinan hingga berdakwah lewat ranah maya!

Tak jauh seperti apa yang dilakukan pada Rabu (5 maret) lalu di SMAN 3 Bandung saat pihak sekolah 3menggelar talkshow "Sex, Digital Camera and 3GP Video". Para pembicara yang terdiri dari pakar teknologi informasi, psikolog sepaham bahwa saat ini banyak guru yang tidak bisa menggunakan internet. Bagaimana mungkin mereka bisa membantu siswa yang saat ini hampir semuanya mampu mengakses internet kapanpun dan dimanapun.

Nah, semestinya kita juga sepakat kan agar internet dan blog punya peran untuk menyeimbangkan informasi yang kita terima dan menggunakannya untuk kepentingan yang lebih baik? Bagaimana di lingkunganmu? Sudahkah guru melek internet?





Kabarkan ke teman blog ini
Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Kliksaya : PPUC, not PPC System

Kabar penting yang belum seutuhnya diketahui secara umum oleh publishers kliksaya.com adalah kabar sistem penghitungan komisi. Mulai beberapa hari yang lalu melalui blog resminya, pihak kliksaya.com tak lagi menggunakan metode PPC (Pay PerClick) dan menggantikannya sepenuhnya dengan model PPUC (Pay PerUnique Click).

Sejatinya ini bukan model baru yang digunakan oleh pihak kliksaya.com. Cara ini pernah diberlakukan untuk iklan yang sifatnya dipasang diseluruh zona iklan. Perubahan seperti ini mungkin tak terlalu mudah dibedakan dengan zona yang sifatnya dipilih pemasang iklan. Namun bagi publisher yang memasang "pagar" dengan mengaktifkan metode persetujuan penerbit bagi setiap iklan yang ingin dipasang, iklan yang tergolong PPUC begitu kentara perbedaanya. Tiap iklan yang muncul tanpa persetujuan, itu berarti iklan PPUC.

Sebenarnya dengan perbedaan diatas, pihak publisher berkemampuan mengoptimalkan iklannya dengan lebih mengutamakan iklan dari zona pribadinya. PPC tentu berbeda dengan PPUC. Dengan PPC maka pengunjung yang melakukan klik pada iklan bisa saja dihitung berkali-kali bila mengaksesnya dari alamat IP yang sama. Dimana hal yang akan demikian akan dianggap fraud click bagi iklan berjenis PPUC.

Nah dengan dileburnya metode PPC tadi ke PPUC, kesempatan ini akan sirna. Publisher meski memiliki dua kali kerja untuk mengoptimalkan pendapatanya. PPUC akan sangat ditentukan oleh banyaknya Unique Visitor yang masuk ke blognya, dan itu pun tak cukup, mesti ada satu lagi : penerapan jenis iklan yang cocok dengan karakter pengunjung blognya. Dengan anggapan tak semua pengunjung pasti akan melakukan klik. Dua pekerjaan yang sepertinya membutuhkan tenaga ekstra oleh blog yang masih mengandalkan pengunjung yang masuk hanya sebatas teman-temen nge-blognya.

Namun konsekuensi ini memang sempat dikhawatirkan pengelolanya akan mampu mengurangi minat publisher yang sudah bergabung atau juga yang ingin bergabung dalam programnya. Satu hal yang patut dicatat adalah pengelola mesti mengambil opsi ini untuk menciptakan keadilan usaha bagi pengiklan yang tertarik dengan program kliksaya. Salah satu alasan yang bisa saja menjanjikan umur lebih lama sebuah program untuk menarik minat pemasang iklan. Terlebih pengelola mengenal karakter pengakses internet di Indonesia yang masih didominasi dari layanan warung internet.

Jadi, kembali ke urusan publisher, ini adalah salah satu tantangan untuk lebih menyediakan konten yang berbobot, menarik untuk dikunjungi (terutama dari mereka yang mendapatkan referensi alamat blog kita dari mesin pencari). Memang dengan atau tanpa program iklan, optimalisasi mutlak untuk dilakukan.

Oh ya, catatan tambahan, pihak kliksaya.com mempublikasikan 9 teratas pihak publisher yang mendapatkan komisi terbesar untuk akhir Februari 2008. Dan kebetulan sekali edittag bisa termasuk di dalamnya. Terima kasih semua, dan ayo optimalkan terus blogmu!





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Blogsome : Activate Member Registration

Bila dirasa ngeblog rame-rame makin menguatkan potensi masing-masing penulis, tentu dengan memberdayakan blog agar bisa dikelola ramai-ramai bisa jadi pilihan yang tepat.

Bagi mereka yang terpikirkan untuk mengakomodasi pelajar-pelajar di sekolahnya untuk urun posting artikel, atau di lingkungan penulis yang sedang menggerakkan rekan-rekannya untuk turut gabung dalam sebuah blog, maka apa yang ditawarkan oleh beberapa penyedia blog terkemuka patut untuk dipertimbangkan.

Sebelumnya edittag pernah menuliskanya langkah-langkahnya untuk menggunakan blog secara bareng-bareng di Blogspot, kali ini giliran mereka yang sudah kadung menggunakan tenaga blogsome sebagai media blognya.

Widget login dan register selalu mewarnai bagian sidebar di blogsome. Login tentu untuk pengelola maupun peserta yang sudah tergabung di dalamnya, maka bagian register dipakai sebagai pengumpan peserta lain untuk ikut bergabung di blog yang sedang mereka buka.

Awalnya, secara default pilihan Register bila diklik memang akan menampakan pesan kesalahan seperti : "Registration Disabled". Berikut embel-embel kalimat "User registration is currently not allowed".

Untuk mengaktifkan pilihan Register, maka pihak pengelola blognya mesti masuk ke dalam Dashboard, tuju bagian Options, lalu di bawah "General Option" cari bagian berikut :



Tak lupa, kita harus mencentang bagian "Anyone can register" untuk mengaktifkannya.Terakhir klik "Update Option".

Baiklah, selamat ngeblog ramai-ramai di Blogsome!




Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Edittag : Back to Cianjur


Tak mau kalah dengan kegiatan Gubernur Jawa Barat, Bapak Danny Setiawan, yang meresmikan Gedung "Bale Pawarti" di Kabupaten Cianjur (yang konon menjadi gedung perwakilan PWI termegah di Indonesia), hari Sabtu lalu Edittag juga tak mau kalah menginvasi kota ini. Bila Gubernur berurusan dengan para wartawan yang tergabung dengan PWI guna mendukung program Gerakan Gemar Membaca, maka Edittag kebagian peran mengajak para guru untuk ramai-ramai nge-Blog!.

Serupa dengan kegiatan serupa yang pernah dilakukan Edittag sebelumnya, kali ini Edittag bertemu dengan lebih banyak guru dari lingkungan sekitar Cianjur. Termasuk juga guru-guru yang sengaja datang dari Cipanas hingga Sukabumi. Terhitung sekitar 125 guru secara antusias datang ke MTs Sayang di Cianjur guna mengikuti "Training Blog dan Internet Dasar" yang kali ini mengangkat Tema : Internet Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Guru dan Siswa.

Tak pelak, guna memuluskan acara ini Edittag sempat berburu ke beberapa blog guru untuk melihat sejauh mana penggunaan blog sebagai media interaktif untuk keperluan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dengan ditayangkannya beberapa contoh blog ini , para guru akan merasa nilai kegunaan sebuah blog guna menunjang kegiatannya sebagai guru. Deskripsi mengenai fungsi blog, fitur dan kemampuannya dalam menyampaikan materi pengajaran menjadi nilai utama yang perlu dikupas. Juga beberapa blog siswa yang masih berstatus pelajar SMP agar menyemangati para guru untuk memahami bahwa mengelola sebuah blog adalah sebuah kegiatan yang mudah dilakukan.

Belum lagi dengan dukungan pemerintah dengan penyediaan infrastuktur melalui Jardiknas menjanjikan kemudahan bagi para guru yang berada jauh dari kota besar untuk tetap bisa terhubung melalui jaringan Internet. Jadi tawaran nge-blognya tentu tak akan sia-sia nantinya bila di sekolah guru bisa menyiapkan Bahan Ajar, mengunggahnya ke blog, menjadikanya ruang terbuka untuk belajar bagi siapa saja yang mengaksesnya, agar proses transfer teknologi ke anak didik memiliki beragam pilihan yang menyenangkan.

Sukses untuk guru di Cianjur.





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com

Postingan Populer