Pengikut

02 Maret 2016

Intip Serunya Kantor Bukalapak di #MampirBukalapak

0 komentar
Pasti bakalan nemuin pengalaman seru setiap kali mampir ke kantor-kantor situs favorit di Indonesia. Sebut saja seperti Facebook, Twitter atau Google sekalipun. Bukan di luar negeri saja loh ya, kantor-kantor perwakilan mereka yang ada di Indonesia juga ga kalah menyenangkan suasananya. Entah kenapa ya, setiap ada company visit ke kantor-kantor yang begitu hidup di dunia maya, pasti nyatanya kantornya juga sangat terasa 'hidup'.

Edittag saking penasaran dengan undangan seperti ini sudah tiba di lokasi pukul 09.00 pagi, seperti yang tertulis dalam undangan. Meski tepat waktu, awalnya rada pesimis karena di jam yang dijanjikan, tidak terlihat ada aktivitas kumpul-kumpul seperti layaknya acara kopdar. Hanya ada beberapa kru Bukalapak yang mondar-mandir di lantai 1, tempat acara dilangsungkan. Dugaannya sih, ini karena hari Sabtu, hari libur. Untungnya, sejam kemudian sudah beberapa undangan mulai tampak meramaikan kantor yang bertempat di daerah Kemang ini.

Saat kemarin ada kegiatan 'Lingkar Kemang' yang kali ini sasaran kunjungannya adalah ke kantor marketplace lokal Indonesia, Bukalapak. Kantor ini kebagian 'tugas' buat mengumpulkan orang-orang untuk menjadi saksi keberadaan kantor yang memang terletak di daerah Kemang. Karena bukalapak ini juga sudah begitu dikenal di lingkungan perlapakan, tak salah kali ini mereka mengundang peserta dan narasumber yang juga punya kesamaan interest, yakni para blogger, vlogger, instagrammers, sampai youtubers.

Foto bareng Ambrosia Tyas, Brand Manager Bukalapak.

22 September 2015

Anak Kecil pun Tahu Mana yang Segarnya Lebih

0 komentar
Kejutkan diri Anda. Jika kau kira anak kecil tak tahu apa-apa, mungkin kita harus segera meralatanya. Tapi kita harus akui, kadang, dalam hal tertentu, kita memang harus lebih banyak belajar dari mereka.

Jika kita bertemu dengan keadaan yang menharuskan kita menunggu lebih lama hanya karena pesawat mengalami delay, siapa yang lebih stres duluan? Kita kan? Lalu bagaimana reaksi anak kecil yang kita bawa. Mereka mungkin tetap lelap dalam tidurnya. Atau bahkan berlarian dari ujung ke ujung, dan mereka tetap gembira.

Kita lebih mudah bereaksi terhadap sesuatu, yang reaksinya malah terkadang berkebalikan. Coba tes lagi. Ajak anak untuk ikut serta berbelanja. Ajalaklah ke Hero Supermarket. Uji mereka untuk memilih bahan yang kita butuhkan untuk seminggu ke depan. Arahkan mereka ke tempat buah dan sayuran. Mungkin mereka tak menikmati saat mengonsumsinya. Namun warna-warna cerah tentu bisa mengalahkan keraguannya. Dan tentu ini bagus, karena dengan bahan yang masih segar, siap konsumsi, tentu kadar vitamin dan zat-zat yang berguna masih terjaga utuh.




Biarkan mereka untuk mengambil buah mana saja yang mereka suka. Apa saja. Jika sudah mendapatkan apa yang mereka suka. Bawalah ke tempat saudara, teman atau kerabat. Anggap saja kita sedang menghadiahkan buah. Dan sebutkan, bahwa buah yang kita bawa ini adalah pilihan anak-anak. Tentu mereka yang menerimanya bisa saja bertanya, mengapa anak kecil masih bisa memilih buah mana yang masih segar kan?

Untuk meyakinkan mereka dan juga anak kita, kita bisa gigit buahnya. Terkadang hal ini membuat anak kaget di awal. Mereka mungkin akan protes. Lalu jelaskan pada mereka bahwa buah yang mereka ambil itu memang masihlah segar. Tak perlu risau. Gunakan pendekatan ahli gizi bila kita mengetahui kandungan yang ada di dalamnya. Dengan ini mungkin saja mereka sadar bahwa buah ataupun sayuran yang segar punya andil yang hebat untuk membuat badan kita tetap sehat.

Nah, jika mereka terbiasa untuk memilih buah dan sayuran yang segar, kelak mereka tahu kualitas bahan yang baik dan lebih paham untuk mengetahui kebaikan bahan makanan yang telah alam sediakan.

*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.herosupermarket.co.id dalam rangka memperingati HUT Hero Supermarket ke 44. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

17 September 2015

Mengapa Duduk adalah Kondisi Terbaik Saat Mengonsumsi Makanan

0 komentar
Perhatikan 'deh, saat kita makan sambil duduk, kita mengunyah lebih pelan, nikmat banget rasain makanan dan mungkin malah makan lebih sedikit. Beda dengan makan sambil berdiri. Kadang kita sendiri kurang sadar dengan apa yang kita makan.

Makan sambil duduk bisa sangat membantu kita untuk mengurangi kadar makanan dan itu artinya lebih sedikit kalori yang masuk. Faktanya ada penelitian di tahun 2007 yang melibatkan wanita dewasa dan sudah terbit di "Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics." Itu pun ternyata, makan sambil duduk masih membantu saat kita memilih makanan yang sehat. Saat kita duduk, sebenarnya kita sedang menikmati waktu duduk sambil mengunyah yang bisa memberikan keuntungan dari sisi kesehatan yang lebih besar dibanding saat kita berdiri.


Saat kita duduk, butuh sekitar 20 menit waktu yang dibutuhkan untuk 'merasa kenyang' yang hinggap sampai ke otak, ini menurut sebuah website Medline Plus. Dan mengunyah lebih pelan artinya lebih cepat sampai ke perasaan tadi. Di tahun 2008 sebuah penelitian di Jepang menyimpulkan bahwa makan dengan terburu-buru akan lebih mudah mendapatkan risiko kegemukan. Penelitian lain yang juga melibatkan orang Jepang dewasa dan dipublikasikan di 2013 menyebut bahwa lama mengunyah dan makan lebih pelan dapat mengurangi risiko diabetes. Saat kita menjejalkan segenggam penuh makanan ke mulut dalam 5 menit, otak kita tak akan menyampaikan pesan ke perut bahwa kita kenyang hingga kita kelebihan makan.

Makan sambil berdiri itu pula berarti kita kurang peduli terhadap apa yang diperlukan tubuh. Saat duduk, kita akan lebih peka akan apa yang kita makan, menurut Denny Waxman, seorang konselor di bidang makrobiotik dan penulis "The Great Life Diet." Duduk saat menguyah juga membantu melacak seberapa banyak yang sudah kita makan, yang artinya kita akan berhenti saat kita kenyang.

Dr. Peter Bongiorno, ND, seorang dokter ternama juga menyebut, bahwa mengunyah sambil duduk dan mengunyahnya dengan pelan akan membantu sistem pencernaan bagi sebagian mereka yang suka makan saat beraktifitas dan tidak mencerna makanan dengan benar. Malah, 80% kecelakaan mobil melibatkan pula gangguan yang diantaranya berasal makanan. Kita akan menstimulasi enzim pencernaan lebih baik saat duduk, yang mana enzim ini diperlukan untuk mencerna makanan lebih baik.

Nah, sudah waktunya makan memang sambil duduk 'kan, biar sopan :)

15 September 2015

Agar Suami Siaga Mendapatkan Kesegaran Pilihan demi Keluarga Baru

0 komentar
Menanti kelahiran seorang buah hati, akan menjadi hal yang sulit. Terlebih bagi seorang pria. Di waktu-waktu inilah, takaran maskulin kita akan lebih banyak dipertaruhkan. Kita akan melakukan banyak hal yang sekiranya jarang, atau malah tabu bila dilakukan seorang laki. Berbelanja sayuran, misalnya.

Seberapa kali sih kita, pria sendirian akan menyusuri pasar untuk sekedar berbelanja? Jangankan pasar 'deh, yang bagi sebagian pria perkotaan paling hanya bisa melihat tanpa ada keinginan berkunjung. Ke supermarket yang kondisinya lebih nyaman dan bersih sekalipun kita akan sulit mendapati diri kita berada di rak-rak yang memajang sayuran atau buah-buahan. Buat apa coba, ya 'kan :)