Heboh pastinya, bila sudah menuding penipuan, ga takut nih di tuntut?
Kenapa mesti takut, bila ini sebatas menyebarkan berita. Sekaligus ada link utamanya, dimana sang penyebar pertama ini adalah Enda, seorang Blogger yang reputasinya bisa dipercaya.
Jadi dengan ini, edittag sendiri mendukung penyebaran informasi ini, agar lebih luas diketahui khalayak. Jangan sampai tertipu oleh ajakan-ajakan menggiurkan dengan iming-iming tak terbatas.
Banyak kasus yang bisa dijadikan contoh, kasus serupa juga pernah terjadi, namun yang kini juga edittag rasakan saat berinteraksi di facebook, ajakan ini juga sering ditemui : sebarkan link dan uang pun menggerincing ke kantong!
Bisnis macam mana pula itu? bila kita mendapatkan keuntungan dari hasil menipu rekan lainnya. Terbayang bila menawarkan slogan seperti itu, pasti ada yang bertanya-tanya bagaimana mekanisme kerjanya. Metode yang digunakan juga mungkin pernah mendengar : Skema paramida (jangan salah dengan Cici Paramidha loh ya!)
Kalau mau ikut berusaha menghentikan skema piramida terbaru ini, pasang link seperti ini penipuan di blog atau website kamu juga. Mari kita hentikan penipuan berkelanjutan ini.
Eh ya, jadi ingat, blog ini sendiri sering dipadati oleh iklan-iklan serupa hanya karena tergabung ke layanan iklan dari kliksaya.com, apakah perlu edittag membuangnya agar tidak hanya sekedar main tebang pilih? :)
HootSuite : Sang Penyebar Blog via Twitter
| Reaksi: |
Akankah situs jejaring sosial semacam Facebook atau microblogging seperti Twitter menggerus eksistensi Blog?
Bisa jadi pertanyaan ini sering dikaitkan dengan jumlah posting yang mulai menurun dari segi jumlah. Alasan kemudahan menulis pesan pendek melalui Twitter, yang hanya 140 karakter, berbeda jauh dengan ngeblog yang butuh perjuangan lebih dengan barisan paragraf yang ditulis, atau juga kurangnya tanggapan saat menulis blog dibandingkan dengan menulis Wall di Facebook yang lebih cepat mendapatkan reaksi dengan munculnya komentar secara instan, ini juga bisa jadi penyebab.
Tak heran bila ada blogger yang bertindak lebih dengan menutup fungsi komentar di blognya, dan berharap agar komentar masuk melalui Facebook (via Notes) dengan alasan mengurangi Spam. Ini juga alasan lain yang bisa diterima.
Lalu bila dikira banyak merugikan, bisakah Blogger menggunakan fitur mereka untuk keperluan promosi blog misalnya?. Bila sebelumnya pernah ditulis bagaimana menyebarkan posting blog melalui Facebook, kini saatnya menggunakan metode yang sama namun dengan bantuan Twitter.
Untuk keperluan ini, HootSuite adalah solusi yang komplit. Tak perlu lagi secara manual mengirim pesan ke akun Twitter, biarkan mereka yang melakukannya!
Langkah yang pertama, dan jelas harus dilalui adalah mendaftarkan akun. Setelah itu, masuk ke bagian Settting , tuju RSS/ Atom Feed , dan tinggalkan alamat feed blognya. Tahu 'kan cara mendapatkan alamat feed di blognya?
Kita bisa setting untuk penyebaran ke Twitter berapa kali dalam seharinya, sesuaikan dengan kebutuhan. Hanya saja, Hootsuite hanya membatasi 5 feed dalam satu akunnya. Bila lebih dari ini, kita bisa gunakan Yahoo Pipes.
Satu hal yang bisa dijadikan manfaat dari posting melalui Twitter yang dibantu Hootsuite ini adalah, kita bisa melihat sejauh mana link yang disebarkan di Twitter diklik. Coba kunjungi dashboard-nya, dan klik tanda statistik di samping pesan pendeknya.
Dalam gambar di atas, ada aktivitas 7 klik pada hari ini, hari yang sama saat Hootsuite mengirimkan pesan melalui Twitter. Ini berarti ada peluang baru untuk mendapatkan pengunjung di luar teman follower di Blogger, dan ini berarti pula kemungkinan untuk mendapatkan trafik organik menjadi lebih terbuka.
Hal lainnya adalah, dengan adanya navbar khusus dari Hootsuite, pembaca yang puas dengan tulisan kita juga bisa mengirimkan alamat link blog kita dengan menyebarkan melalui Twitter dengan sekali klik. Ini sama dengan me-Retweet (forward) tulisan kita di Twitternya. Jadi berharap saja makin banyak yang bisa diraih untuk mendapatkan trafik blog yang lebih banyak.
Awalnya ingin memberikan judul "Mulutmu Harimaumu", atau "Hati-hati dengan Tulisanmu", namun karena pengaruh sering membaca judul serupa di Google Reader, judul ini pun tak mengapa bila dianggap sama :)
Seringkali kita sulit membuktikan sebuah omongan dengan pertimbangan ketiadaan bukti berupa rekaman. Sulit loh bila kita meyakinkan teman bahwa dia pernah bilang sesuatu ke kita. Berbeda bila kita menemukan 'omongannya' di media yang tertulis. Bisa di blog, atau juga di layanan yang hits di mana-mana saat ini, Facebook.
Dengan bukti 'otentik' ini dengan mudah kita bisa mengkonfirmasi sebuah obrolan tadi ke teman kita atau juga ke teman lainnya. Perbincangan pun mudah sekali meluas. Ini juga yang menjadi salah satu kekuatan internet untuk menyebarkan berita dengan lebih cepat, dan terkadang efektif.
Hanya saja, tak menutup kemungkin bila hal ini malah bisa menyusahkan. Seperti yang menjadi obrolan di acara Bandungers Blogger semalam (30 Juni 2009). Obrolannya makin menarik, saat kasus yang masih hangat terjadi, dimana kejadian ini bermula saat Ujang menulis komentar di Facebook milik temannya Feli.
Dengan nada yang dianggap merugikan nama baik, Ujang pun melaporkan pencemaran ini ke pihak Polresta Bogor 23 Juni lalu. Lihat, betapa saat ini begitu mudah untuk memberikan laporan hanya dengan bukti-butki yang kita hadapi setiap harinya, tulisan di Wall facebook!
Atau ada kejadian serupa yang menyangkut isu yang ditujuka ke produsen teh Botol Sosro. Disitu Hariadhi, pembuat hoax tentang Sosro yang juga diadukan ke kepolisian. Namun berbeda dengan Kasus Prita dan RS OMNI Internasional, pihak Sosro malah memberikan bukti-bukti dan mengajak Hariadhi untuk bertemu langsung dengan mereka di kepolisian. Kali ini happy ending, tidak tertutup kemungkinan damai dan pencabutan pengaduan. Sepertinya kasus Prita juga mendewasakan perusahaan untuk memberlakukan konsumennya.
Jadi, hati-hati dengan tulisanmu!
Terima kasih buat pendengar Bandung FM yang turut berkirim opini melalui telepon dan SMS.
Ada berbagai keuntungan menyimpan file (hosting) di Googlepages. Selain karena pertimbangan utama yakni tak berbayar (gratis) faktor terkuat lainnya adalah kemudahan upload (unggah) file. Hal ini juga didukung dengan server googlepages yang masih milik Raksasa Google. Jadi saat kita memiliki blog di blogspot yang notabene masih menginduk ke Google, pemanggilan file di googlepages juga lebih stabil. Jarang sekali googlepages dalam keadaaan gagal akses.
Namun, beberapa saat lalu, google memang mengabarkan isu yang kini memang sudah mendekati kenyataan. Mereka akan meniadakan layanan googlepages dan menggantinya dengan layanan yang sudah ada, googlesites. Apa perbedaan yang membuat kita mesti bersiap-siap beralih (secara paksa) ke layanan baru?
- Tak mendukung hosting file berjenis JS (javascript) dan CSS (Cascading Style Sheet)
Meski hanya 2 file ini yang tak didukung, namun kabar ini justru paling vital. Tak sedikit para pembuat layout atau template blogger yang menyimpan file berjenis gambar, dan juga CSS ke googlepages. Dengan dialihkannya dukungan ini maka file kita yang ada di googlepages dengan ekstensi .js maupun .css akan hilang begitu saja saat migrasi dilakukan.
Migrasi yang dimaksud disini adalah migrasi otomatis, dimana meski kita acuhkan untuk berpindah secara manual, maka file-file kita akan dikumpulkan ke dalam direktori terpisah, minus file-file yang tidak didukung tadi (css dan js).
Jadi, segera back up dan unduh file tersebut dan pindahkan ke hosting lain.
Posting terkait :
- Upload favicon ke googlepages.
Sejak Sabtu dan Minggu (27 dan 28 Juni 2009) lalu, semua moderator yang membawahi setiap kanal yang dinaungi Detik.com berkumpul di Desa Gumati di wilayah Bogor. Edittag beruntung mendapat undangan di acara ini. Maka kami bertiga, Bapak Salomo selaku kepala Detik regional Bandung dan Tera (salah satu dedengkot pengguna Tanyasaja.com) berangkat sejak Sabtu pagi dari Bandung. Edittag sendiri tergabung dalam komunitas blogdetik.com.
Lalu siapa saja yang diundang dalam acara ini? mereka adalah para moderator dari forum detik, moderator forum I-net, forum regional (Bandung dan Surabaya), admin Tanyasaja.com, Admin Blogdetik dan juga admin Ngecap.com. Untuk lebih meramaikan acara, selain semua Admin yang disebut di atas, mereka juga mengundang para pengguna (terutama moderator) masing-masing layanan untuk berinteraksi langsung dengan para admin/moderator layanan.
Detik berinisiatif untuk mempertemukan kedua sisi ini agar bisa menghantarkan layanan yang lebih user-friendly kepada para penggunanya. Maka, sejak hari pertama, para admin dan user masing-masing kanal, dipandu oleh Bapak Donny BU (selaku Vice President of Publisher Group Detik), kami diperkenalkan dengan salah satu metode brain storming yang lebih seru. Di mana masing-masing kelompok akan berdiskusi dengan para admin, lalu menyebarkannya di kelompok-kelompok lain di kanal yang berbeda.
Malamnya, setiap kelompok akan mendiskusikan kelebihan dan kekurangan masing-masing fitur yang ada, lalu berdiskui secara langsung dengan pihak otoritas pemegang keputusan, yakni publisher Detik. Cara ini diharapkan mampu memberikan penyampaian yang lebih mudah baik kepada pengguna maupun penyedia layanan, agar nantinya tercipta media baru yang lebih dekat dengan penggunanya.
Acara ini kemudian ditutup dengan slide show berupa tampilan-tampilan tiap kanal yang nantinya akan dirilis akhir Juli ini. Slide ini masih dalam tahap pengembangan saat ini, jadi dengan hasil diskusi malam ini pihak Detik berharap banyak agar sebelum tampilan ini dirilis resmi, mereka telah mendapatkan persetujuan dari pihak pengguna, juga mendapatkan tanggapan yang lebih positif untuk menghindari kekurangan yang mungkin saja terjadi.
Ini adalah era 2.0, dimana pengguna adalah aset penting bagi sebuah layanan untuk mendistribusikan pelayanan yang lebih unggul. Selamat ulang tahun detik.com, semoga semakin memperkaya khazanah industria media di Tanah Air!
:
: 

