Pengikut

10 September 2007

Blogger : Carefully When Using Free Template/Layout

Sebuah template ataupun layout mestinya memuat semua variabel yang telah ditentukan oleh pihak pengembangnya. Bila kita melirik contoh template maupun layout bawaan dari Blogger.com, maka semua variabel ini akan ditampilkan seutuhnya.

Kita bisa menyebut misalnya <$BlogDescription$> pada template, atau <data:description/> pada layout untuk memunculkan deskripsi blog. Penamaan variabel ini memang berbeda menyesuaikan dengan tipe "kulit" yang digunakan. Atau mudahnya, kita bisa mengamati dari file ekstensi dari penyedia layout atau template yang banyak kita temukan di google. File berekstensi .xml merujuk pada tipe layout, sedang sisanya (baik txt, doc maupun htm/html) biasanya diberikan untuk menyebut tipe template.

Kembali ke template atau layout bawaan blogger, maka kita dengan mudahnya akan menemukan bahwa semua variabel akan tetap digunakan mesti oleh pencipta yang berbeda. Ini seakan mengingatkan bahwa secara baku, smeua variabel tadi akan terbaca dan diterjemahkan menjadi nilai yang berbeda sesuai dengan yang kita isikan. Dalam contoh tadi misalnya, bila blog kita memiliki isi deskripsi sebagai : "blog tutorial yang tak perlu disangsikan lagi", maka nilai ini akan tetap dibaca sama meski kita menggunakan tipe layout atau template.

Masalahnya, ada diantara beberapa penyedia layout atau template yang tak menggunakan semua variabel ini sebagai bagian dari kode yang dibuatnya. Maka bila kita gunakan kode dari mereka kita akan kehilangan berbagai fitur yang bisa merugikan.

Cobalah tengok sebuah template Garfield dari blogskins.com. Dari pratinjau yang diberikan dalam situsnya, maka kita bisa mengamati ada beragam nilai variabel yang tak digunakan. Dari mulai profil, title blog, bahkan hingga judul postingan, dan barisan tautan yang biasa kita temukan dibagian kaki postingan. Semisal tautan komentar, jumlah komentar dan juga permanent link. Penciptanya hanya menyisakan nama penulis dan tanggal penulisan dibagian bawah postingan.

Terhitung pelit untuk sekedar menyebut sebagai sebuah template yang baku. Akibatnya pun bisa fatal, kita akan kehilangan sejumlah potensi pengunjung yang ingin mengomentari tulisan kita. Mungkin terlalu jauh bila hanya mengandalkan pengandaian (mungkin tak semua postingan kita berpotensi dikomentari pengunjung ya..). Namun 'kan kita masih punya postingan sebelumnya yang sudah dikomentari pengunjung lain. Sesaat setelah mengenakan template ini, pengunjung pun tak lagi bisa melihat komentar yang masuk sebelumnya. Hanya kita sebagai pemilik blog ini saja yang bisa melongoknya. Itupun hanya bisa kita lakukan ketika berada di dalam dasbor. Wah tentu merepotkan ya?

Untuk itu ada baiknya menguji sebuah template atau layout sebelum digunakan. Misalnya dengan memaksimalkan fitur Pratinjau di bagian Edit HTML. Bila kita ingin mencoba sebuah template/layout, coba salin di bagian edit HTML dan lakukan pratinjau. Dengan ini kita bisa melihat sejauh mana bagian dari blog kita yang masih bisa terlihat.

Atau bila kita tak ingin repot, kita juga bisa melakukan "studi banding" dengan mengintip tampilan contoh blog yang menggunakannya. Atau bila penyedianya tak melengkapinya dengan menautkan contoh blog yang terpasang template/layoutnya, beberapa blogger justru jatuh hati kepada sebuah tampilan saat mereka berkunjung ke blog lain. Kita bisa meminta salinan kodenya atau juga meminta referensi situs penyedianya.

Dengan demikian kita masih bisa menghidupkan tampilan blog dengan aman dan tanpa takut akan konsekwensi kekurangannya.


Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com