Pengikut

08 Januari 2008

Edittag : Thank you Karanganyar

Betapa edittag bersyukur bisa bertemu dengan calon blogger di Kabupaten Kebumen. Pernah disebut sebelumnya 'kan, untuk tidak meremehkan posisi daerah yang jauh dari hingar bingar internet ini. Dan kali ini dugaan edittag ternyata jauh melebihi ekpektasi.



Bila biasanya edittag diundang di komunitas tertentu dengan bekal materi yang disesuaikan dengan target peserta, kali ini edittag mesti berpikir ulang selama di perjalanan dari Bandung menuju Kabupaten Kebumen. Tema yang diangkat kali ini adalah Desain Web Mudah dengan Blog. Yang terbayang pertama kali saat mendengar tema ini tentu adalah langkah-langkah menciptakan blog, berikut kelebihannya bila dibandingkan dengan teknologi statis HTML sebelum blog mengemuka.

Tapi tunggu dulu, benarkah para peserta itu belum mengenal blog sama sekali? bukankah paling tidak sejumlah warnet yang berada di kabupaten ini juga pasti pernah menyambangi blog, atau paling tidak sekolah-sekolah juga mulai mengenalkan blog seperti yang diusung program Jardiknas?

Bila memang dugaan itu benar, pasti mengenalkan blog tidak begitu mengena bagi mereka. Lalu bila berlanjut ke pemikiran lain, misalnya apakah benar sejumlah warnet di kabupaten ini juga bisa menggiring penggunanya untuk mengelola blog atau paling tidak menggunakan media blog sebagai media pembelajaran, ini juga terbilang sulit untuk ditebak. Belum disulut dengan kenyataan bahwa blogger kota ini juga belum mendapatkan tempat tersendiri di kolom mycityblogging dari Asia Blogging Network. Tebak menebak menjadi semakin sempit kiranya untuk sekedar menilik langkah awal mengenalkan blog di acara ini.

Berita lainnya yang tak kalah menggelayutkan pikiran adalah jumlah peserta yang masih minim di 5 hari menjelang gelaran dibuka. Laporan dari pihak panitia juga menyiratkan sedikit kekhawatiran akan gemanya yang kurang disambut baik oleh warga Kebumen. Masih sedikitnya peserta menjadi bukti utama.

Tapi tunggu dulu!, itu cerita yang bergulir sebelum acara ini dimulai. Sangat berbeda dengan apa yang bakalan edittag ceritakan paska acara ini digelar. Beberapa hal yang menjadi kekhwatiran diatas sirna, bahkan tak berbekas melihat animo masyarakat yang menyerbu meja pendaftaran panitia menjelang waktu pendaftaran ditutup. Gelombang peserta mulai bergerak dari arah Kroya (barat kab. kebumen), hingga Jogja (sebelah timur) pada detik-detik terakhir. Melalui telepon, atau kedatangan langsung, para peserta mulai berdesakan hanya untuk memperebutkan 50 kursi yang tersedia. Datang jauh-jauh ke Gombong dan Kebumen pun dilakukan. Bahkan ada peserta pelajar yang nekat bolos sekolah hanya untuk mendapatkan kursi peserta. Akhirnya pun bisa ditebak, tak ada kursi yang tersisa. Bahkan aliran pendaftar baru pada hari Sabtu mesti gigit jari karena penolakan halus dari panitia acara.

Inilah pemandanganya yang sangat berbeda di kelas pelatihan edittag. Ragam latar belakang peserta makin memperkaya materi yang disampaikan. Mulai dari Guru, Pengelola Lab Komputer, Usahawan, Pengelola Penerbitan hingga anak SMP berbaur menjadi satu. Sangat unik dan tentunya menantang pemikiran lebih lanjut. Bagaimana menyampaikan materi yang bisa diterima dan dipahami peserta heterogen seperti ini?

Untunglah panitia menyediakan konsentrasi waktu yang panjang untuk sesi tanya jawab. Riuhnya pertanyaan yang diajukan menjadi petunjuk mudah untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Edittag pun mesti menunjukan banyak sekali contoh contoh blog sebagai jawaban atas kemampuan blog sebagai media berisi bahan ajar untuk guru, menjadikanya media promosi bagi pelaku penerbitan, membuat blog yang lebih ramah fitur bagi pengunjung hotel,blog bagi siswi yang gemar mencari aksesoris kaya warna, bahkan pengelola lab sekolah yang tertarik sekali dengan materi kedua, mendulang $$$ lewat blog.

Sambil membawa jurus-jurus yang memihak ke masing-masing keinginan peserta, edittag tentu tak lepas membawa jurus pamungkas berupa buku yang mendukung keinginan mendulang dollar lewat blog. Sesi kedua lebih banyak bercerita tentang para pelaku adsense, bagaimana karakteristik masing-masing penyedia iklan dengan blog yang dibawa hingga proses menikmati manisnya menerima cek.

Tentu sesi kedua yang dilakukan di siang bolong mampu menandingi semilir AC yang mampu membelai mata pengunjung untuk terkantuk-kantuk. Sesi kedua pun lebih seru dalam sesi tanya jawab. Perwakilan dari masing-masing generasi seakan ingin ikut andil di bagian ini. Lagian, sebuah amplop dari Google bisa jadi pembuktian ampuh ajakan meraup dollar.

Maka tak salah bila 30 eksemplar buku yang edittag bawa dari Bandung dijarah habis di bagian akhir. Sebuah penutup yang manis untuk acara ini tentunya saat bertatap muka dengan pembeli buku, menandatangainya dan menitipkan sebuah kartu nama agar komunikasi tetap berlanjut. Kuberi tahu sesuatu, bila hendak berjualan buku diacara seperti ini, gunakan cerita yang mampu membuai perhatian dan angan-angan untuk meraih sukses. Semua orang tentu punya keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dan disaat itulah arahkan mimpi indah mereka dengan menunjukan buku yang Anda tulis :).

Terima kasih kepada semua yang hadir, juga kepada panitia yang bekerja sangat menyenangkan dalam membawakan acara ini. Doa semoga acara ini tak sia-sia dan meninggalkan bekas yang selalu diingat bagi keseluruhan yang terlibat di dalamnya. Hidup blogger!

Poto diambil dari : http://picasaweb.google.com/agushery/PelatihanInternetDiKaranganyarKebumen

Informasi serupa bisa dibaca di :
- Blog pemrakarsa acara.
- Blog salah satu peserta pelatihan.

Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com