Pengikut

06 Maret 2008

Kliksaya : PPUC, not PPC System

Kabar penting yang belum seutuhnya diketahui secara umum oleh publishers kliksaya.com adalah kabar sistem penghitungan komisi. Mulai beberapa hari yang lalu melalui blog resminya, pihak kliksaya.com tak lagi menggunakan metode PPC (Pay PerClick) dan menggantikannya sepenuhnya dengan model PPUC (Pay PerUnique Click).

Sejatinya ini bukan model baru yang digunakan oleh pihak kliksaya.com. Cara ini pernah diberlakukan untuk iklan yang sifatnya dipasang diseluruh zona iklan. Perubahan seperti ini mungkin tak terlalu mudah dibedakan dengan zona yang sifatnya dipilih pemasang iklan. Namun bagi publisher yang memasang "pagar" dengan mengaktifkan metode persetujuan penerbit bagi setiap iklan yang ingin dipasang, iklan yang tergolong PPUC begitu kentara perbedaanya. Tiap iklan yang muncul tanpa persetujuan, itu berarti iklan PPUC.

Sebenarnya dengan perbedaan diatas, pihak publisher berkemampuan mengoptimalkan iklannya dengan lebih mengutamakan iklan dari zona pribadinya. PPC tentu berbeda dengan PPUC. Dengan PPC maka pengunjung yang melakukan klik pada iklan bisa saja dihitung berkali-kali bila mengaksesnya dari alamat IP yang sama. Dimana hal yang akan demikian akan dianggap fraud click bagi iklan berjenis PPUC.

Nah dengan dileburnya metode PPC tadi ke PPUC, kesempatan ini akan sirna. Publisher meski memiliki dua kali kerja untuk mengoptimalkan pendapatanya. PPUC akan sangat ditentukan oleh banyaknya Unique Visitor yang masuk ke blognya, dan itu pun tak cukup, mesti ada satu lagi : penerapan jenis iklan yang cocok dengan karakter pengunjung blognya. Dengan anggapan tak semua pengunjung pasti akan melakukan klik. Dua pekerjaan yang sepertinya membutuhkan tenaga ekstra oleh blog yang masih mengandalkan pengunjung yang masuk hanya sebatas teman-temen nge-blognya.

Namun konsekuensi ini memang sempat dikhawatirkan pengelolanya akan mampu mengurangi minat publisher yang sudah bergabung atau juga yang ingin bergabung dalam programnya. Satu hal yang patut dicatat adalah pengelola mesti mengambil opsi ini untuk menciptakan keadilan usaha bagi pengiklan yang tertarik dengan program kliksaya. Salah satu alasan yang bisa saja menjanjikan umur lebih lama sebuah program untuk menarik minat pemasang iklan. Terlebih pengelola mengenal karakter pengakses internet di Indonesia yang masih didominasi dari layanan warung internet.

Jadi, kembali ke urusan publisher, ini adalah salah satu tantangan untuk lebih menyediakan konten yang berbobot, menarik untuk dikunjungi (terutama dari mereka yang mendapatkan referensi alamat blog kita dari mesin pencari). Memang dengan atau tanpa program iklan, optimalisasi mutlak untuk dilakukan.

Oh ya, catatan tambahan, pihak kliksaya.com mempublikasikan 9 teratas pihak publisher yang mendapatkan komisi terbesar untuk akhir Februari 2008. Dan kebetulan sekali edittag bisa termasuk di dalamnya. Terima kasih semua, dan ayo optimalkan terus blogmu!





Kabarkan ke teman blog ini

Free Tell-a-Friend by Bravenet.com