Pengikut

26 November 2009

Topik Artikel Dan Kata Kunci

Sepertinya memang banyak teori-teori yang diusung oleh para pemain SEO juga mendapat perhatian dari pihak Google. Atau bisa pula dibalik, apa yang kerap disampaikan oleh Matt Cutts -salah seorang teknisi Google- menjadi acuan berteknik SEO dalam sebuah laman.

Seiring dengan pertimbangan waktu, Google juga melihat banyaknya aktivitas yang menipu mesin Crawl mereka dengan berbagai upaya "hitam". Misalnya seperti penyebutan beberapa kata kunci pada bagian bawah artikel dengan warna huruf yang sama dengan warna latar belakang laman. Ini memang sering mengelabuhi pengunjung, karena mereka tak melihat deretan kata kunci tersebut, namun tidak dengan google. Hingga akhirnya google juga menganggap pemberian warna yang sama di huruf dan latar sering diabaikan untuk diindeks.

Kabar lain semisal penggunaan kata kunci yang sering disebut-sebut dalam sebuah artikel. Seringkali memang kita sematkan beberapa kata kunci sebagai penguat topik yang dibahas dengan meletakannya dalam beberapa paragraf. Anggap bila kita menulis dalam 3 paragraf, artinya ada tiga kata kunci yang disebut dalam tiap paragrafnya.

Densitas atau kekuatan suatu kata kunci memang sering dihitung dari seberapa banyak kata kunci tersebut ditayangkan. Bila memang demikian adanya, berarti seringnya kita menerima pesanan untuk menulis review dengan menyebut kata-kata khusus adalah hal yang lumrah untuk keperluan SEO mereka.

Tentu saja bila hanya beberapa kata yang disebut berulang, akan dianggap alami oleh google. Hanya saja kabarnya, bila kita memiliki 5 paragraf dan masing-masingnya kita perkuat dengan penyebutan kata kunci di setiap paragrafnya, google juga akan mencurigai aktivitas ini. Imbasnya, artikel yang kita tulis bisa saja tidak menerima ranking yang lebih baik.