Pengikut

24 Maret 2011

Self Publishing, Cara Mudah Membukukan Blog

Sebenarnya ada cara yang mudah untuk mengangkat blog menjadi sebuah buku. Dulu memang rutenya terhitung melelahkan. Terutama buat yang pengen banget artikel-artikel di blognya segera dijadiin buku. Beda soal, misalnya bila dia sudah jadi penulis sebelumnya terus menulis juga di blog. Tapi kalau semuanya dimulai dari ngeblog, gimana caranya?

Untuk membawa sebuah blog, menjadi sebuah buku memang rute konvensionalnya adalah mengirim contoh artikel (harus diprint, meski bisa dilihat via online), dan kadang juga perlu presentasi untuk meyakinkan sang penerbit. Dan ini biasanya bukan dalam satu atau dua kali ketemu beres. Butuh presentasi yang meyakinkan. Ya dong, karena kan mereka juga ingin tulisannya adalah yang sekiranya bisa 'menjual'.

Jadi selama ini, yang boleh terbilang bisa melenggang dengan mudahnya untuk menjadi buku biasanya ada beragam pertimbangan jenis tulisannya. Kalau memang tak serius banget, atau yang gokil banget. Keduanya biasanya berujung ke buku fiksi dan non-fiksi. Untuk yang non-fiksi memang terlihat lebih gampang ditebak. Selama tulisannya memang dibutuhkan banget atau paling tidak ya bisa mempengaruhi yang baca agar mau membeli. Sedangkan yang non-fiksi, biasanya memang karena keunikan tulisannya. Bisa plotnya, gaya bahasanya, atau juga karena karena karakternya yang mengena banget.

Nah, beruntung deh kalo punya kedua jenis itu. Terus bagaimana kalo isi blognya puisi ya? Kayaknya sih ga perlu dibukukan, orang sudah bisa baca di blognya. Hehehhehe...ga juga ya. Toh buku puisi juga bisa dicari di toko buku. Nah, paling tidak, kalau masih merasa bahwa blognya memang perlu dibukukan, bisa pake cara SELF PUBLISHING.

Apa sih? dari namanya sudah ketebak, ini cara mencetak buku secara mandiri. Bukan dalam artian kita yang masuk ke percetakan, pegang kertas dan lainnya. Kita hanya kasih artikelnya, dan ada pihak lain yang membantu membuatnya dalam kemasan buku.


Paling tidak saat ini ada beberapa yang bisa melayani keperluan ini. Misalnya ada nulisbuku.com. Dimana mereka menerima naskah, termasuk dari blog, dan membuatkanya menjadi buku. Ada cara lain lagi, misalnya CO PUBLISHING. Paling tidak itu yang semalam di acaranya #ketemuSITTI bareng @365tulisan2011 diperkenalkan Mbak Yulia Indriati dari publisher Lentera Hati.

Sistem yang kedua ini adalah, dimana misalnya pemilik blog yang ingin dibukukan kerja bareng penerbit untuk membagi porsi pengeluaran untuk keperluan mencetak dan memasarkan bukunya. Sebenarnya selain kedua cara ini masih ada, yakni Adabeli putus dan royalti.

Dari keempat cara diatas, paling mudah memang lewat jalur Self Publishing. Tak perlu repot-repot di awal. Hanya saja untuk keperluan marketing biasanya kita juga yang melakukannya. Paling tidak, yang blognya sudah punya basis pembaca, urusan menjual juga bisa lebih mudah. Hanya menawarkan ke pembacanya.

Jadi, kira-kira cara mana yang lebih cocok untuk dipilih buat blogmu?