Pengikut

29 Maret 2011

Siapa Bilang Self-Publisher Tak Bisa Sukses?

Agak rancu juga saat meminta pendapat teman untuk mengartikan self-publisher. Ada yang menyebutnya swatayang, sampai penerbit mandiri. Menggunakan Google Translate pun tak jauh berbeda. Self lekat dengan kata mandiri, sendiri, sedangkan publisher kebagian penerbit atau penayang.

Wikipedia sendiri menyebut self publishing sebagai pempublikasian buku atau media lain oleh sang penulis, tanpa campur tangan penerbit yang sudah mapan. Seutuhnya semua pengerjaan bisa disebut sebagai hasil kerja sang penulis.

Seperti yang pernah ditulis sebelumnya, bila Self Publishing itu cara paling mudah untuk menerbitkan buku, maka kini pembicaraan ke tahanan lainnya. Sudah adakah penulis yang berhasil hanya karena mempublikasikan tulisannya sendiri ala self-publisher?


Ada. Bahkan tak lama yang lalu, sang penulis, Amanda Hocking baru saja minggu lalu mendapatkan tawaran yang menggiurkan dari penerbit yang sudah dikenal untuk mempublikasikan buku-buku lainnya setelah menerbitkan buku yang ia terbitkan sendiri. Sudah berapa salinan buku dari cewek umur 26 tahun ini? Lebih dari Satu Juta Eksemplar!


Atas ulahnya itu, tak heran, penerbit sekelas St. Martin’s Press akhirnya mau membeli naskahnya untuk dicetak serial dalam 4 buku yang bercerita mengenai paranormal muda. Dan untuk mendapatkan naskahnya ini, sang penerbit harus rela berjibaku dengan penerbit lain untuk berebut hak cetak melalui sistem lelang senilai 2 juta dollar, alias senilai 17,3 miliar rupiah untuk sekaligus hak cipta internasionalnya.

Hocking, yang kini tinggal di Austin, Minn memulai naskah self-publishingnya 2010 tahun lalu. Sempat menjualnya melalui situs seperti Amazon.com dan BN.com. Dan yang lebih asyik lagi, di blognya, dia sudah mulai menjual buku-buku yang akan dicetak nanti dengan penerbit barunya. Dalam ceritanya, dia bilang, "saya tak akan menghabiskan 40 jam untuk membalas email, membuat cover, mencari editor dan sebagainya."

Ada yang tahu di Indonesia yang memulainya dengan langkah yang sama?