Pengikut

09 Mei 2012

Jangan Main Ponsel Saat Kumpul Bareng Teman

Dalam perjalanan di dalam travel, @edittag pernah ngobrol dengan salah satu penumpang sepanjang perjalanan Bandung-Jakarta. Bukan obrolan tentang negara kok, masih ringan :) . Seputaran lingkungan kerja saja. Awalnya, bapak yang ada di sebelah hanya cerita tentang kegiatannya, lalu bapak yang sudah berumur ini mulai tinggi nada ceritanya saat bercerita tentang kelakuan anak buahnya.

Seringkali ia temui stafnya masih saja memegang ponsel saat diajak bicara. Menurutnya, pembicaraan itu tetaplah butuh tatapan mata untuk bisa memahami komunikasi dua pihak ini. Dengan mengalihkan perhatiannya pada ponsel, ia berpikir pasti perintahnya sulit untuk dipahami secara utuh. Terlebih, pembicaraan dua arah seperti ini seperti di'khianati' saat salah satunya masih saja melirik ponselnya.

Bukan sekali dua kali itu ia bertemu dengan stafnya dengan kondisi yang sama. Maka tak salah bila akhirnya ia memutuskan untuk mewajibkan stafnya meninggalkan ponselnya saat dipanggil di lingkungan kantor. Cara ini menurutnya masih efektif agar godaan yang bisa mengaburkan isi perbincangan dihentikan.

Ini di suasana kerja ya, @edittag juga pernah mencuri perhatian dari timeline di twitter. Misalnya ada anak sekolah yang lebih memusatkan perhatiannya pada pembicaraan di ponselnya ketimbang guru yang ada di depannya.



Tuh, bayangin, berapa banyak pelajaran yang bisa terlewat hanya karena gangguan dari daya tarik ponsel. Pastinya bukan hanya bapak yang di travel atau anak yang di sekolah yang punya pengalaman serupa. Lagian, hampir bisa dipastikan, mereka yang memegang ponsel, apalagi beratribut 'pintar' seperti Blackberry, Android maupun iPhone akan lebih kuat cengkraman kekuatannya.

Nah, diantara sekian banyak cara untuk menghindari hal tersebut, @edittag pernah membaca artikel yang cocok untuk diperagakan melawan hal ini. Permainan ini disebut "Jangan jadi anti-sosial saat makan bersama".





Permainannya sangat mudah. Semua orang meletakkan ponselnya di tengah-tengah meja. Dan siapapun yang mengambil ponselnya terlebih dulu, berarti dia yang harus bayar tagihan!

Tujuan permainan ini sebenarnya agar semua orang melupakan sejenak ponselnya, meninggalkan dunianya di twitter, facebook, dan lebih menghidupkan pembicaraan yang nyata. Dengan kata lain, mengobati gejala 'Anti-sosial', kondisi yang lebih menghargai teman-temannya di dunia maya.

Jadi, aturannya,

1. Permainan dimulai setelah semua orang duduk.

2. Semuanya meletakkan ponselnya di tengah-tengah meja.


3. Orang pertama yang menyentuh ponselnya dianggap kalah.

4. Yang kalah akan mentraktir teman-teman satu mejanya.

5. Ketika tagihan datang dan tak ada satupun yang menyentuh ponselnya, maka semua orang dianggap pemenang, dan mereka membayar masing-masing untuk makanan dan minumannya.

Jadi gimana, mau mencoba?