Pengikut

30 Juli 2008

Think Alexa Ranking When PR Is't Enough

Senyampang hari ini adalah hari libur dan tinta merah di kalender mendukung keyakinan edittag bahwa hari ini memang liburan nasional (duh yang kerja di internet memang kejam : tak mengenal kata libur), maka senyawa postingan kali ini juga lebih "tenang" daripada biasanya.

Sebenarnya pantas tidak ya, menyebut kabar penurunan dan kenaikan PR Google yang begitu menggema di seantero blogosphere beberapa hari terakhir disebut "tenang". Di blog lain, kabar ini memang menjadi isu hangat, topik hari ini, atau bahkan kabar paling ditunggu-tunggu mengalahkan kasus blog lainnya.

Blog edittag ini kembali ke posisi 4 alias turun 1 peringkat. Cek blog lain yang juga dikelola edittag juga menyebut angka yang berbeda-beda. Ini adalah sebuah kisah klasik dimana salah satu blog turun peringkatnya, saat yang bersamaan yang lain malah merangkak naik. Bagi yang bermain review beberapa hari belakangan memang terjadi gonjang ganjing. Ada yang bergegas bersemangat penuh mendaftarkan blog yang naik peringkatnya ke program review, di saat yang lain mereka juga kembang kempis karena "hasil selingkuhan" dengan program review diganjar negatif oleh Google.

Tak heran bila mendengar para blogger lebih menyukai Alexa Page Ranking daripada Google PR. Di Alexa, permainan menjadi lebih terbuka dengan aturan mengambang : didasarkan pada jumlah kunjungan yang diterima sebuah website atau blog melalui Alexa Toolbar yang telah terinstall.

Berangkat dari hal ini, peluang untuk menjaga dan mengangkat ranking menjadi semakin termotivasi. Cukup mengoptimalkan kunjungan. Dari sini ide untuk merangkul banyak pengunjung terdefinisikan dengan bergabung ke forum, milis, mengisi shoutbox agar mendapat kunjungan balasan atau juga menyediakan pilihan pembacaan feed dan subscribe via email.

Sembari berpikir demikian, edittag menemui kenyataan yang makin ramai saja saat ini. Yakni penggunaan micro blog seperti Twitter dan juga Ping.fm sebagai media ampuh untuk menggoda kunjungan ke situs tertentu. Gerakan ini sudah banyak dilakukan oleh mereka di kalangan Webmaster Eropa (menurut geografi pemilik situs yang terlacak). Cara kerjanya sederhana, mereka "pura-pura" tertarik dengan kisah kita di Twitter, lalu mereka menjadi pendengar yang setia dengan mengklik link "Follow" sebagai pengikut pembaca. Tapi ayolah, apakah mereka benar-benar paham tulisan mikro blog edittag yang menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi baca temuan di Google berikut :

Some webmasters have suggested that East Asian web users are big Alexa toolbar fans, judging by the presence of several Asia-based websites in the Alexa Top 500. I suggest trying this only if you have the time or capacity to do so.


Tuh Asia, kita jadi target mereka loh saat ini. Jadi jangan heran bila tiba-tiba ada bule yang demen dan ngotot pengen gabung ke Twitter. Tapi juga jangan buru-buru menolak, karena selalu ada timbal balik yang bisa kita manfaatkan dari sini. Postingan kita bisa saja dibaca betulan oleh mereka. Jadi, tetap pegang teguh pedoman "jangan menaruh telur di keranjang yang sama" ya!

Postingan sejenis :
- Memasang widget Alexa.
- Perubahan Ranking di Alexa.