Ramadan tahun ini lebih dingin dibandingkan dengan sebelumnya. Bandung pun makin akrab bagi yang menjalankan puasa. Tak perlu banyak berkeringat di siang hari. Godaan puasa menjadi lebih lunak ditaklukan. Insya Alloh, puasa disini jelas punya nilai lebih. Lebih mudah dijalanin. Betul ga?
Itu yang terjadi di siang hari. Berbeda bila di malam hari. Dingin menyengat bisa menjadi musuh nyata untuk beribadah shalat tarawih. Uh, jangankan untuk shalat, ketika dingin melanda, terlebih saat hujan, berburu makanan berbuka puasa pun jadi halangan berarti. Bila urusan berbuka terlewati, satu lagi yang harus dilawan. Urusan sahur!
Wih, jangan sampai beranggapan sahur itu jadi halangan di Bandung. Meski dingin dan sering bersuhu 20 derajat di malam hari. Kita bisa dapatkan menu sahur (dan berbuka puasa) yang tepat dan tentu saja masih nikmat!
Seperti yang edittag temukan di Kedai Nyereung yang tepat berada dekat dengan lingkungan Gedung Sate Bandung. Kedai yang beralamat di Jl. H. Hasan 19 Bandung punya segudang menu yang dijamin menghangatkan suasana Bandung.
Sebut saja Ayam Bakar Nyereung (ini yang jadi primadona), Bebek Nyereung, Bebek Saus Jamur dan Tahu Nyereung, siap untuk memenuhi hasrat penggila kuliner serba lada di Bandung. Eh iya, Neyereung itu adalah Bahasa Sunda yang bisa diartikan menyengat. Makanan disini memang jelas menyengat. Dengan bumbu yang kaya lada dan kaya bumbu rempah, makanan disini jelas bisa membuat badan menjadi hangat.
Minuman juga tak kalah menyengatnya. Seduhan minuman bercampur soda menjadi pelengkap yang tepat untuk mengungguli rasa lada yang telah mendera. Ada Leci Ice Tea, Magic Lover, Sky Banan, Strawberry Ice Tea dan lainnya.
Disini, menu-menunya tak hanya bisa didapat saat berbuka dan hari biasa. Karena di bulan Ramadan ini, Kedai Nyereung juga menyediakan paket sahur yang tak kalah menawannya. Bernama “Saur ++” yang artinya dengan harga mulai Rp 20.000 bisa mendapatkan menu sahur lengkap, ayam nyereung ketjap atau seafood balacan + nasi, + Strawbery ice tea yag paling seru lagi menu saurnya bisa + langsung dikirim secara gratis menggunakan layanan delivery kedai nyereung yakni “GocengGo”. Sebuah konsep layanan delivery service makanan untuk berbuka dan sahur dengan jam operasional Pk. 16.00 – 04.00 selama bulan Ramadhan, dan untuk jam operasional regular/setelah bulan ramadhan jam Pk.10.00 – 04.00 hanya dengan menelepon ke 081-2202-6700 dan ditambah delivery service sebesar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah) maka pesanan akan sampai langsung di depan pintu rumah pemesan.
Huebat bener kan! Ga usah ragu lagi untuk menghubungi kontak berikut ini :
Kedai Nyereung
Jl. H. Hasan No.19, Bandung
T: 081-2202-6700 E: Cherish.putra@gmail.com
Twitter: @kedainyereung
Facebook: KedaiNyereung
Marketing Contact: Cherish Putra ( 0838-0630-7494 )
Pengikut
Tampilkan postingan dengan label Kabar Hangat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Hangat. Tampilkan semua postingan
Berburu Kuliner Serba Lada dan Soda di Kedai Nyereung Bandung
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Mengulang Blogging 4 Tahun Sekali
Pasti ada yang istimewa dengan tanggal 29 Februari ini. Jarang-jarang kita nemuin angka 29 di bulan februari. Kapan terakhir kita menyobek lembar angka 29 di bulan ini, 4 tahun lalu pastinya. Jadi jangan heran, dari durasinya aja yang sampai 4 tahunan sekali, itu pasti harus berarti dirayain.
Caranya? ngeblog lah pastinya :)
Buat yang ada petunjuk penanggalan di atas judul postingnya, pasti kerasa harus ada yang spesial kalo bisa ngeblog lagi pas tanggal 29 ini. Yang ga merhatiin, lumayan lah bisa kelacak di arsip. Pas diintip, eh bulan februari ternyata sempet ngeblog pas tanggal ini. Lebih terasa lagi buat pemilik blognya, bisa baca tulisannya yang sudah 4 tahun lalu dibuat hahahaha....
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Untuk Ngeblog di Arab, Mesti Seijin Pemerintah
Berita yang cukup menggelikan ini muncul dari pemerintah Arab Saudi. Melalui Menteri Kebudayaan dan Informatika Abdul Rahman Al-Hazza pemerintah mengumumkan perlunya mendapatkan ijin dari pemerintah bagi para publisher dan juga media online. Tentunya itu mencakup forum dan juga blog!
Meski disebut bukan untuk membatasi kebebasan bicara, kebijakan ini tentunya akan memicu kekhawatiran bahwa demokrasi akan terganggu di negara ini. Karena sebelumnya, media cetak juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah dari sisi pengawasan ketat dan tak segan-segan memberikan hukuman bagi yang berani melanggar.
Langsung saja seruan perlawanan muncul dari para blogger. Mereka menumpahkan kekesalan dan ajakan boikot melalui mikroblog Twitter dengan tagar #haza3. Tagar ini merujuk pada nama sang menteri yang mereka lawan.
Makanya, selama belum ada larangan di Indonesia untuk ngeblog, mari kita ngeblog sepuasnya!
Meski disebut bukan untuk membatasi kebebasan bicara, kebijakan ini tentunya akan memicu kekhawatiran bahwa demokrasi akan terganggu di negara ini. Karena sebelumnya, media cetak juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah dari sisi pengawasan ketat dan tak segan-segan memberikan hukuman bagi yang berani melanggar.
Langsung saja seruan perlawanan muncul dari para blogger. Mereka menumpahkan kekesalan dan ajakan boikot melalui mikroblog Twitter dengan tagar #haza3. Tagar ini merujuk pada nama sang menteri yang mereka lawan.Makanya, selama belum ada larangan di Indonesia untuk ngeblog, mari kita ngeblog sepuasnya!
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Google Now Real Time
Dengan adanya penambahan luang lingkup pencarian yang lebih luas dari google, jangan sampai blogmu terlewatkan!
Iya, perhari ini Google mulai melebarkan pencarian konten dengan menggandeng beberapa sosial media yang kita kenal. sebut saja dari mulai Twitter, Facebook bahkan Myspace. Ketiganya memang paling jago untuk mendulang opini terkini di dunia maya. Sedang google? biasanya mereka hanya mengindeks, dan menayangkan hasil pencarian berdasarkan popularitas. Biasanya sih, yang namanya popularitas butuh waktu lama, dengan indikasi semakin banyak yang akses berarti konten tersebut memang lebih penting.
Nah, dengan pencarian yang baru, kini jangan takut lagi blogmu makin lama terindeks. Bisa jadi kontenmu ditangkap lebih cepat yang mengakibatkan popularitas pun makin menguat.
Coba liat tangkapan layar berikut :

Ini adalah contoh terhangat dari maksud postingan kali ini. Posting kmarin langsung terdeteksi dengan mengaktifkan fitur pencarian real time berdasarkan waktu. Misalnya posting dalam 24 jam terakhir akan kata kunci tertentu. Edittag gunakan judul sebagai kata kunci untuk memudahkannya. Langsung ketemu kan?
Untuk blog baru, ada baiknya optimalkan cara berikut :
1. Gunakan Twitter, Myspace atau Facebook untuk menyebarkan link. Karena bisa jadi hasil pencarian tidak langsung ke blog, namun lewat mereka terlebih dahulu.
2. Padukan kata kunci dengan judul dan posting, agar lebih mudah dalam mencari.
3. Tuliskan pesan di twitter dengan kata kunci yang serupa dengan yang kita cari. Untuk itu pengulangan kata kunci dan penegasan bisa jadi acuan untuk menulis pesan.
Iya, perhari ini Google mulai melebarkan pencarian konten dengan menggandeng beberapa sosial media yang kita kenal. sebut saja dari mulai Twitter, Facebook bahkan Myspace. Ketiganya memang paling jago untuk mendulang opini terkini di dunia maya. Sedang google? biasanya mereka hanya mengindeks, dan menayangkan hasil pencarian berdasarkan popularitas. Biasanya sih, yang namanya popularitas butuh waktu lama, dengan indikasi semakin banyak yang akses berarti konten tersebut memang lebih penting.
Nah, dengan pencarian yang baru, kini jangan takut lagi blogmu makin lama terindeks. Bisa jadi kontenmu ditangkap lebih cepat yang mengakibatkan popularitas pun makin menguat.
Coba liat tangkapan layar berikut :

Ini adalah contoh terhangat dari maksud postingan kali ini. Posting kmarin langsung terdeteksi dengan mengaktifkan fitur pencarian real time berdasarkan waktu. Misalnya posting dalam 24 jam terakhir akan kata kunci tertentu. Edittag gunakan judul sebagai kata kunci untuk memudahkannya. Langsung ketemu kan?
Untuk blog baru, ada baiknya optimalkan cara berikut :
1. Gunakan Twitter, Myspace atau Facebook untuk menyebarkan link. Karena bisa jadi hasil pencarian tidak langsung ke blog, namun lewat mereka terlebih dahulu.
2. Padukan kata kunci dengan judul dan posting, agar lebih mudah dalam mencari.
3. Tuliskan pesan di twitter dengan kata kunci yang serupa dengan yang kita cari. Untuk itu pengulangan kata kunci dan penegasan bisa jadi acuan untuk menulis pesan.
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Beda 14, 140 dan 1400 karakter
Tak sampai mengenal Plurk terlebih dahulu untuk bisa ketagihan layanan mikro blogging Twitter. Follower Edittag juga masih dikit, sekira 314 orang. Tapi cukup untuk bisa mengetahui informasi dengan lebih cepat dan mengenal karakter dan kelebihan masing-masing pengguna Twitter.
Paling tidak, untuk bisa mengetahui perbedaan layanan Plurk dan Twitter adalah masalah timeline. Di Plurk komentar masuk, jadi pembicaraan bisa memanjang, sedang di Twitter kita tak mengenal komentar, hanya RT (ReTweet alias forward). Sekilas tampak ada kekurangan di ketiadaan komentar, tapi terkadang pesan-pesan pendek memang tak membutuhkan opini luar hingga mentok ketika tak tahu mesti dibalas dengan komentar apa.
Nah kini, setelah Twitter begitu booming, hingga kabarknya bisnis Twitter mencapai nilai ekonomi 10 Triliun!, kini bermunculan layanan serupa. Bukan mikro blogging lagi, akan tetapi satuan yang lebih kecil : nano blogging.
Pertama, ada Squeaker yang memperbolehkan hanya 14 karakter. Lebih pendek dari Twitter! Bahkan di Jepang juga ditemui layanan serupa bernama Chuitter. Lucu ya nama-namanya.
Masih kurang? 14 karakter atau 140 juga ga cukup, maka masih ada Woofer. Ini lebih gila lagi, karena menyediakan 1400 karakter, terlalu banyak bahkan untuk menulis blog? :D
Satu lagi yang disukai edittag, adalah Meme dari Yahoo!. Masih dalam versi Beta, hanya bisa dengan undangan untuk bergabung ke layanannya. Namun, lebih unik, karena bisa menayangkan gambar, video bahkan lagu. Coba deh liat Meme edittag di http://meme.yahoo.com/edittag.
Mau coba?
Ikuti edittag di Twitter : http://twitter.com/edittag.
Paling tidak, untuk bisa mengetahui perbedaan layanan Plurk dan Twitter adalah masalah timeline. Di Plurk komentar masuk, jadi pembicaraan bisa memanjang, sedang di Twitter kita tak mengenal komentar, hanya RT (ReTweet alias forward). Sekilas tampak ada kekurangan di ketiadaan komentar, tapi terkadang pesan-pesan pendek memang tak membutuhkan opini luar hingga mentok ketika tak tahu mesti dibalas dengan komentar apa.
Nah kini, setelah Twitter begitu booming, hingga kabarknya bisnis Twitter mencapai nilai ekonomi 10 Triliun!, kini bermunculan layanan serupa. Bukan mikro blogging lagi, akan tetapi satuan yang lebih kecil : nano blogging.
Pertama, ada Squeaker yang memperbolehkan hanya 14 karakter. Lebih pendek dari Twitter! Bahkan di Jepang juga ditemui layanan serupa bernama Chuitter. Lucu ya nama-namanya.
Masih kurang? 14 karakter atau 140 juga ga cukup, maka masih ada Woofer. Ini lebih gila lagi, karena menyediakan 1400 karakter, terlalu banyak bahkan untuk menulis blog? :D
Satu lagi yang disukai edittag, adalah Meme dari Yahoo!. Masih dalam versi Beta, hanya bisa dengan undangan untuk bergabung ke layanannya. Namun, lebih unik, karena bisa menayangkan gambar, video bahkan lagu. Coba deh liat Meme edittag di http://meme.yahoo.com/edittag.
Mau coba?
Ikuti edittag di Twitter : http://twitter.com/edittag.
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Penipuan Berbisnis Piramida
Heboh pastinya, bila sudah menuding penipuan, ga takut nih di tuntut?
Kenapa mesti takut, bila ini sebatas menyebarkan berita. Sekaligus ada link utamanya, dimana sang penyebar pertama ini adalah Enda, seorang Blogger yang reputasinya bisa dipercaya.
Jadi dengan ini, edittag sendiri mendukung penyebaran informasi ini, agar lebih luas diketahui khalayak. Jangan sampai tertipu oleh ajakan-ajakan menggiurkan dengan iming-iming tak terbatas.
Banyak kasus yang bisa dijadikan contoh, kasus serupa juga pernah terjadi, namun yang kini juga edittag rasakan saat berinteraksi di facebook, ajakan ini juga sering ditemui : sebarkan link dan uang pun menggerincing ke kantong!
Bisnis macam mana pula itu? bila kita mendapatkan keuntungan dari hasil menipu rekan lainnya. Terbayang bila menawarkan slogan seperti itu, pasti ada yang bertanya-tanya bagaimana mekanisme kerjanya. Metode yang digunakan juga mungkin pernah mendengar : Skema paramida (jangan salah dengan Cici Paramidha loh ya!)
Kalau mau ikut berusaha menghentikan skema piramida terbaru ini, pasang link seperti ini penipuan di blog atau website kamu juga. Mari kita hentikan penipuan berkelanjutan ini.
Eh ya, jadi ingat, blog ini sendiri sering dipadati oleh iklan-iklan serupa hanya karena tergabung ke layanan iklan dari kliksaya.com, apakah perlu edittag membuangnya agar tidak hanya sekedar main tebang pilih? :)
Kenapa mesti takut, bila ini sebatas menyebarkan berita. Sekaligus ada link utamanya, dimana sang penyebar pertama ini adalah Enda, seorang Blogger yang reputasinya bisa dipercaya.
Jadi dengan ini, edittag sendiri mendukung penyebaran informasi ini, agar lebih luas diketahui khalayak. Jangan sampai tertipu oleh ajakan-ajakan menggiurkan dengan iming-iming tak terbatas.
Banyak kasus yang bisa dijadikan contoh, kasus serupa juga pernah terjadi, namun yang kini juga edittag rasakan saat berinteraksi di facebook, ajakan ini juga sering ditemui : sebarkan link dan uang pun menggerincing ke kantong!
Bisnis macam mana pula itu? bila kita mendapatkan keuntungan dari hasil menipu rekan lainnya. Terbayang bila menawarkan slogan seperti itu, pasti ada yang bertanya-tanya bagaimana mekanisme kerjanya. Metode yang digunakan juga mungkin pernah mendengar : Skema paramida (jangan salah dengan Cici Paramidha loh ya!)
Kalau mau ikut berusaha menghentikan skema piramida terbaru ini, pasang link seperti ini penipuan di blog atau website kamu juga. Mari kita hentikan penipuan berkelanjutan ini.
Eh ya, jadi ingat, blog ini sendiri sering dipadati oleh iklan-iklan serupa hanya karena tergabung ke layanan iklan dari kliksaya.com, apakah perlu edittag membuangnya agar tidak hanya sekedar main tebang pilih? :)
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Tulisanmu Bisa Mencelakakanmu
Awalnya ingin memberikan judul "Mulutmu Harimaumu", atau "Hati-hati dengan Tulisanmu", namun karena pengaruh sering membaca judul serupa di Google Reader, judul ini pun tak mengapa bila dianggap sama :)
Seringkali kita sulit membuktikan sebuah omongan dengan pertimbangan ketiadaan bukti berupa rekaman. Sulit loh bila kita meyakinkan teman bahwa dia pernah bilang sesuatu ke kita. Berbeda bila kita menemukan 'omongannya' di media yang tertulis. Bisa di blog, atau juga di layanan yang hits di mana-mana saat ini, Facebook.
Dengan bukti 'otentik' ini dengan mudah kita bisa mengkonfirmasi sebuah obrolan tadi ke teman kita atau juga ke teman lainnya. Perbincangan pun mudah sekali meluas. Ini juga yang menjadi salah satu kekuatan internet untuk menyebarkan berita dengan lebih cepat, dan terkadang efektif.
Hanya saja, tak menutup kemungkin bila hal ini malah bisa menyusahkan. Seperti yang menjadi obrolan di acara Bandungers Blogger semalam (30 Juni 2009). Obrolannya makin menarik, saat kasus yang masih hangat terjadi, dimana kejadian ini bermula saat Ujang menulis komentar di Facebook milik temannya Feli.
Dengan nada yang dianggap merugikan nama baik, Ujang pun melaporkan pencemaran ini ke pihak Polresta Bogor 23 Juni lalu. Lihat, betapa saat ini begitu mudah untuk memberikan laporan hanya dengan bukti-butki yang kita hadapi setiap harinya, tulisan di Wall facebook!
Atau ada kejadian serupa yang menyangkut isu yang ditujuka ke produsen teh Botol Sosro. Disitu Hariadhi, pembuat hoax tentang Sosro yang juga diadukan ke kepolisian. Namun berbeda dengan Kasus Prita dan RS OMNI Internasional, pihak Sosro malah memberikan bukti-bukti dan mengajak Hariadhi untuk bertemu langsung dengan mereka di kepolisian. Kali ini happy ending, tidak tertutup kemungkinan damai dan pencabutan pengaduan. Sepertinya kasus Prita juga mendewasakan perusahaan untuk memberlakukan konsumennya.
Jadi, hati-hati dengan tulisanmu!
Terima kasih buat pendengar Bandung FM yang turut berkirim opini melalui telepon dan SMS.
Seringkali kita sulit membuktikan sebuah omongan dengan pertimbangan ketiadaan bukti berupa rekaman. Sulit loh bila kita meyakinkan teman bahwa dia pernah bilang sesuatu ke kita. Berbeda bila kita menemukan 'omongannya' di media yang tertulis. Bisa di blog, atau juga di layanan yang hits di mana-mana saat ini, Facebook.
Dengan bukti 'otentik' ini dengan mudah kita bisa mengkonfirmasi sebuah obrolan tadi ke teman kita atau juga ke teman lainnya. Perbincangan pun mudah sekali meluas. Ini juga yang menjadi salah satu kekuatan internet untuk menyebarkan berita dengan lebih cepat, dan terkadang efektif.
Hanya saja, tak menutup kemungkin bila hal ini malah bisa menyusahkan. Seperti yang menjadi obrolan di acara Bandungers Blogger semalam (30 Juni 2009). Obrolannya makin menarik, saat kasus yang masih hangat terjadi, dimana kejadian ini bermula saat Ujang menulis komentar di Facebook milik temannya Feli.
Dengan nada yang dianggap merugikan nama baik, Ujang pun melaporkan pencemaran ini ke pihak Polresta Bogor 23 Juni lalu. Lihat, betapa saat ini begitu mudah untuk memberikan laporan hanya dengan bukti-butki yang kita hadapi setiap harinya, tulisan di Wall facebook!
Atau ada kejadian serupa yang menyangkut isu yang ditujuka ke produsen teh Botol Sosro. Disitu Hariadhi, pembuat hoax tentang Sosro yang juga diadukan ke kepolisian. Namun berbeda dengan Kasus Prita dan RS OMNI Internasional, pihak Sosro malah memberikan bukti-bukti dan mengajak Hariadhi untuk bertemu langsung dengan mereka di kepolisian. Kali ini happy ending, tidak tertutup kemungkinan damai dan pencabutan pengaduan. Sepertinya kasus Prita juga mendewasakan perusahaan untuk memberlakukan konsumennya.
Jadi, hati-hati dengan tulisanmu!
Terima kasih buat pendengar Bandung FM yang turut berkirim opini melalui telepon dan SMS.
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Googlepages Bermigrasi ke Googlesites
Ada berbagai keuntungan menyimpan file (hosting) di Googlepages. Selain karena pertimbangan utama yakni tak berbayar (gratis) faktor terkuat lainnya adalah kemudahan upload (unggah) file. Hal ini juga didukung dengan server googlepages yang masih milik Raksasa Google. Jadi saat kita memiliki blog di blogspot yang notabene masih menginduk ke Google, pemanggilan file di googlepages juga lebih stabil. Jarang sekali googlepages dalam keadaaan gagal akses.
Namun, beberapa saat lalu, google memang mengabarkan isu yang kini memang sudah mendekati kenyataan. Mereka akan meniadakan layanan googlepages dan menggantinya dengan layanan yang sudah ada, googlesites. Apa perbedaan yang membuat kita mesti bersiap-siap beralih (secara paksa) ke layanan baru?
- Tak mendukung hosting file berjenis JS (javascript) dan CSS (Cascading Style Sheet)
Meski hanya 2 file ini yang tak didukung, namun kabar ini justru paling vital. Tak sedikit para pembuat layout atau template blogger yang menyimpan file berjenis gambar, dan juga CSS ke googlepages. Dengan dialihkannya dukungan ini maka file kita yang ada di googlepages dengan ekstensi .js maupun .css akan hilang begitu saja saat migrasi dilakukan.
Migrasi yang dimaksud disini adalah migrasi otomatis, dimana meski kita acuhkan untuk berpindah secara manual, maka file-file kita akan dikumpulkan ke dalam direktori terpisah, minus file-file yang tidak didukung tadi (css dan js).
Jadi, segera back up dan unduh file tersebut dan pindahkan ke hosting lain.
Posting terkait :
- Upload favicon ke googlepages.
Namun, beberapa saat lalu, google memang mengabarkan isu yang kini memang sudah mendekati kenyataan. Mereka akan meniadakan layanan googlepages dan menggantinya dengan layanan yang sudah ada, googlesites. Apa perbedaan yang membuat kita mesti bersiap-siap beralih (secara paksa) ke layanan baru?
- Tak mendukung hosting file berjenis JS (javascript) dan CSS (Cascading Style Sheet)
Meski hanya 2 file ini yang tak didukung, namun kabar ini justru paling vital. Tak sedikit para pembuat layout atau template blogger yang menyimpan file berjenis gambar, dan juga CSS ke googlepages. Dengan dialihkannya dukungan ini maka file kita yang ada di googlepages dengan ekstensi .js maupun .css akan hilang begitu saja saat migrasi dilakukan.
Migrasi yang dimaksud disini adalah migrasi otomatis, dimana meski kita acuhkan untuk berpindah secara manual, maka file-file kita akan dikumpulkan ke dalam direktori terpisah, minus file-file yang tidak didukung tadi (css dan js).
Jadi, segera back up dan unduh file tersebut dan pindahkan ke hosting lain.
Posting terkait :
- Upload favicon ke googlepages.
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Mestinya Ibu Prita Ngeblog Aja ya!
Kenal dengan Ibu Prita? yang sejak beberapa hari terakhir ini menjadi perbincangan semua orang, bahkan capres sekalipun! Dan anehnya, semuanya sepertinya berada di pihak Ibu Prita, yang sempat di bui karena mengadukan keluhannya melalui email yang akhirnya menyebar dengan liar di beberapa milis.
Mengapa bisa semua menjadi pembela ya, meski persidangannya baru dilakukan pada Kamis pagi ini. Bisa jadi karena pembacanya merasa kasihan dengan nasibnya yang sudah membayar mahal atas layanan di salah satu rumah sakit, lalu mengadu, malah akhirnya di bui. Ada juga yang membela karena bisa jadi ini menjadi preseden buruk bagi mereka yang ingin mengadu lewat surat elektronik atau fasilitas lain di dunia maya.
Lepas dari mana yang salah, sepertinya memang alasan yang terakhir menjadi banyak kekhawatiran banyak pihak. Malah jangan-jangan ngeblog juga bisa berakhir di penjara karena alasan yang sama, seperti yang pernah ditulis di detik. Parah ya?
Awalnya memang tulisan di email yang ditulis Ibu Prita hanya menyebar ke beberapa teman, namun pasti paham deh dengan bahayanya menulis email di milis-milis. Kadang berita yang mengandung kehebohan pasti bakalan laris manis tersebar dengan cepat, tanpa diketahui kebenaran sumbernya. Coba deh, sudah berapa kali kan email kita dikirimi pemberitahun bila misalnya email yang dibaca tak segera di forward, maka nasib kita bisa tragis. Atau juga ada beberapa kabar burung yang menyebut merek-merek terkenal adalah sumber penyakit bila dikonsumsi. Tentu berita-berita yang menakutkan seperti tadi bisa lebih cepat menyebar karena ada kekhawatiran bila berita itu sungguh terjadi. Dan yakinlah bila email-email semacam ini pasti akan terus bergentayangan di milis entah karena ada yang tak tahu menahu kebenarannya, atau karena memang dirasa perlu untuk meneruskannya ke teman yang lain. Terbayang kan bila ini bisa terus berputar?
Padahal bila tadi pagi dengar salah satu alasan dari dr Bina Ratna, Direktur RS Omni, bahwa dia tak mungkin mengentikan email yang sudah terlanjur terkirim, ini juga bisa jadi alasan yang benar. Meski misalnya pihak rumah sakit memberikan email tanggapan, namun apakah bisa seefektif berita yang sudah terlebih dahulu menyebar?
Andai saja Ibu Prita menuliskannya dalam blog, mungkin saja pihak rumah sakit akan lebih mudah mewadahi keluhannya, bisa dalam bentuk komentar dalam blognya, atau juga langsung membalasnya lewat situs perusahaan. Karena etikanya memang, bila salah satu blog dianggap merugikan, maka balasan yang setimpal adalah mengkounternya dengan merilis pernyataan di internet, baik lewat media yang sama (blog) maupun situs.
Juga salah satu sifat blog yakni penulisannya berdasarkan alur waktu tertentu, maka suatu artikel di blog pasti bisa jadi acuan yang lebih valid, berbeda nasibnya dengan email yang sulit untuk dicek kapan pengiriman validnya. Belum juga begitu mudahnya email yang mengaku pihak - pihak tertentu yang malah bisa semakin mengaburkan identitasnya. Berbeda misalnya dengan blog, yang biasanya pemiliknya lebih menjaga identitas, bukan dengan menyembunyikannya, namun dengan menjaga nama baiknya.
Jadi malah siapa tahu kan bila pengaduan Ibu Prita malah dilayani dengan baik bila berkomunikasinya juga lewat media yang sama. Jangan heran loh bila rumah sakit yang berkomunikasi dengan lebih baik (tanpa campur tangan pihak hukum) akan lebih mendewasakan komunikasi. Misalnya setelah Ibu Prita menuliskan keluhannya di blognya, lalu di posting berikutnya Ibu Prita malah memuji rumah sakit ini karena pelayanannya yang lebih baik. Tentu jadi lebih terkontrol kan beritanya.
Dengan begitu mungkin saja nama baik rumah sakit OMNI akan lebih beruntung dari nasibnya yang skarang begitu buruk di ranah maya. Saatnya instansi-instansi mulai mengkomunikasikan lewat blog sepertinya ya :)
Mengapa bisa semua menjadi pembela ya, meski persidangannya baru dilakukan pada Kamis pagi ini. Bisa jadi karena pembacanya merasa kasihan dengan nasibnya yang sudah membayar mahal atas layanan di salah satu rumah sakit, lalu mengadu, malah akhirnya di bui. Ada juga yang membela karena bisa jadi ini menjadi preseden buruk bagi mereka yang ingin mengadu lewat surat elektronik atau fasilitas lain di dunia maya.
Lepas dari mana yang salah, sepertinya memang alasan yang terakhir menjadi banyak kekhawatiran banyak pihak. Malah jangan-jangan ngeblog juga bisa berakhir di penjara karena alasan yang sama, seperti yang pernah ditulis di detik. Parah ya?
Awalnya memang tulisan di email yang ditulis Ibu Prita hanya menyebar ke beberapa teman, namun pasti paham deh dengan bahayanya menulis email di milis-milis. Kadang berita yang mengandung kehebohan pasti bakalan laris manis tersebar dengan cepat, tanpa diketahui kebenaran sumbernya. Coba deh, sudah berapa kali kan email kita dikirimi pemberitahun bila misalnya email yang dibaca tak segera di forward, maka nasib kita bisa tragis. Atau juga ada beberapa kabar burung yang menyebut merek-merek terkenal adalah sumber penyakit bila dikonsumsi. Tentu berita-berita yang menakutkan seperti tadi bisa lebih cepat menyebar karena ada kekhawatiran bila berita itu sungguh terjadi. Dan yakinlah bila email-email semacam ini pasti akan terus bergentayangan di milis entah karena ada yang tak tahu menahu kebenarannya, atau karena memang dirasa perlu untuk meneruskannya ke teman yang lain. Terbayang kan bila ini bisa terus berputar?
Padahal bila tadi pagi dengar salah satu alasan dari dr Bina Ratna, Direktur RS Omni, bahwa dia tak mungkin mengentikan email yang sudah terlanjur terkirim, ini juga bisa jadi alasan yang benar. Meski misalnya pihak rumah sakit memberikan email tanggapan, namun apakah bisa seefektif berita yang sudah terlebih dahulu menyebar?
Andai saja Ibu Prita menuliskannya dalam blog, mungkin saja pihak rumah sakit akan lebih mudah mewadahi keluhannya, bisa dalam bentuk komentar dalam blognya, atau juga langsung membalasnya lewat situs perusahaan. Karena etikanya memang, bila salah satu blog dianggap merugikan, maka balasan yang setimpal adalah mengkounternya dengan merilis pernyataan di internet, baik lewat media yang sama (blog) maupun situs.
Juga salah satu sifat blog yakni penulisannya berdasarkan alur waktu tertentu, maka suatu artikel di blog pasti bisa jadi acuan yang lebih valid, berbeda nasibnya dengan email yang sulit untuk dicek kapan pengiriman validnya. Belum juga begitu mudahnya email yang mengaku pihak - pihak tertentu yang malah bisa semakin mengaburkan identitasnya. Berbeda misalnya dengan blog, yang biasanya pemiliknya lebih menjaga identitas, bukan dengan menyembunyikannya, namun dengan menjaga nama baiknya.
Jadi malah siapa tahu kan bila pengaduan Ibu Prita malah dilayani dengan baik bila berkomunikasinya juga lewat media yang sama. Jangan heran loh bila rumah sakit yang berkomunikasi dengan lebih baik (tanpa campur tangan pihak hukum) akan lebih mendewasakan komunikasi. Misalnya setelah Ibu Prita menuliskan keluhannya di blognya, lalu di posting berikutnya Ibu Prita malah memuji rumah sakit ini karena pelayanannya yang lebih baik. Tentu jadi lebih terkontrol kan beritanya.
Dengan begitu mungkin saja nama baik rumah sakit OMNI akan lebih beruntung dari nasibnya yang skarang begitu buruk di ranah maya. Saatnya instansi-instansi mulai mengkomunikasikan lewat blog sepertinya ya :)
Blog ini diupdate seminggu dua kali. Jika kamu merasa konten blog ini bermanfaat, silahkan subscribe melalui klik ikuti blog ini atau bubuhkan email ke link di bawah ini..
Langganan:
Postingan (Atom)
Postingan Populer
-
Nokia Indonesia merilis varian Asha terbaru. Seri untuk kelas bawah ini hadir dengan sentuhan baru. Terutama dari segi kemudahan berbagi fil...
-
Setelah kita memiliki blog tentu yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengelola dan mempublikasinya. Mengelola berarti selalu melakukan p...
-
Seakan diingatkan oleh Mbak Hanan karena di blog saya belum pernah menulis tentang bagaimana membuat link read more disetiap postingan blog...




